Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Menambah 105 SPPG untuk Menggenjot Program MBG

📅 Senin, 14 Apr 2025, 19:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Menambah 105 SPPG untuk Menggenjot Program MBG Doc: ANTARA
Ket. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen rapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Senin (14/4/2025).

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya menggenjot program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan salah satu upaya akan dilakukan, yakni menambah 105 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) baru.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, dalam pernyataan di Semarang, Senin(14/4), menyebutkan 105 SPPG tersebut akan disebar di 35 kabupaten/kota di Jateng atau masing-masing kabupaten/kota memiliki tiga SPPG baru.

Rencananya, ia akan segera berkoordinasi dengan bupati/wali kota se-Jateng untuk merealisasikan tambahan SPPG tersebut yang ditargetkan terealisasi selama sepekan ke depan.

"Kami rapat untuk persiapan percepatan program MBG, dan alhamdulillah sudah langsung diterima di BGN (Badan Gizi Nasional), sehingga langsung ada tindak lanjut," kata sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, usai rapat dengan BGN.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Jateng itu, mengatakan bahwa pihaknya juga akan membantu BGN dalam mengakomodasi SPPG yang telah berjalan.

Nantinya, kata dia, SPPG tidak hanya bertambah, tetapi dapur MBG yang telah berjalan akan didata serta dinilai kelayakannya.

Pada pertemuan tersebut, Pokja MBG Jateng menyampaikan sejumlah usulan dan kendala dalam pelaksanaan program inisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Beberapa usulan yang disampaikan, yakni tentang fungsi pengawasan agar didelegasikan ke daerah sehingga memudahkan dalam koordinasi pelaksanaan.

Gus Yasin juga menyampaikan agar dilakukan pembinaan dan pengawasan keamanan pangan olahan siap saji serta Sertifikasi Laik Higiene Sanitani (SLHS) dalam rangka peningkatan kewaspadaan dini terhadap kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan.

Sebelumnya, Pokja MBG Jateng telah memetakan aset Pemprov Jateng yang dapat dimanfaatkan sebagai SPPG dengan hasil terdapat 21 aset milik Pemprov Jateng serta aset milik BUMD, berupa 12 bangunan dan tujuh bidang tanah.

Di samping itu, 34 SMK yang memiliki katering/tata boga/kantin tipe A yang sudah bersertifikat BPOM serta tujuh satuan pendidikan yang masuk daftar usulan berpotensi sebagai tempat dapur SPPG.

"Kami berharap jalannya program MBG ini lebih masif lagi di Jawa Tengah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.