Mudik Lebaran 2026: Terpadu, Aman, dan Efisien Berkat Koordinasi Semua Pihak
📅 Senin, 16 Mar 2026, 00:00 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasDengan kebijakan terintegrasi dan berbasis data, diharapkan musim mudik Lebaran tahun ini tak hanya menjadi catatan perjalanan aman, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional
JAKARTA – Pengelolaan terpadu menjadi faktor kunci dalam menyukseskan angkutan Lebaran, karena koordinasi antara kementerian, operator transportasi, dan pemerintah daerah dapat meminimalkan kemacetan, mempercepat distribusi logistik, serta memastikan keselamatan dan kenyamanan pemudik. Sinergi ini juga memungkinkan penyesuaian kapasitas angkutan sesuai permintaan, pengawasan operasional secara real-time, dan respons cepat terhadap gangguan, sehingga efektivitas arus mudik dapat terjaga secara optimal.
Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Haris Muhammadun melihat mudik Lebaran 2026 bukan sekedar mobilitas warga melainkan juga menjadi momentum ekonomi strategis. Dia menambahkan pergerakan 143,9 juta pemudik menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata, kuliner, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah tujuan.
Dirinya juga mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperlancar angkutan Lebaran tahun ini sehingga dapat mempermudah masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Untuk menyukseskan angkutan Lebaran, pengelolaan terpadu tetap menjadi kunci utama.
Karenanya, MTI mendorong pembentukan Satu Komando Pengendalian Angkutan Lebaran Nasional di bawah kendali Kementerian Perhubungan. “Dengan kebijakan yang terintegrasi dan berbasis data, diharapkan perjalanan mudik tahun ini tidak hanya menjadi catatan perjalanan yang aman, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Haris dalam keterangan yang diterima di Jakarta, akhir pekan lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam rangka mendukung Angkutan Lebaran, Kemenhub menyiapkan strategi terpadu untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat, khususnya transportasi darat. Salah satunya adalah berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Kementerian PU.
"Untuk mendukung mobilisasi masyarakat, kami juga berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Kementerian PU menerbitkan Surat Keputusan Bersama yang mencakup pembatasan operasional angkutan barang, manajemen rekayasa lalu lintas berupa one way, contra flow dan ganjil-genap, serta pengaturan lalu lintas menuju dan di area pelabuhan penyeberangan utama seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk. Saat ini kami tengah proses sosialisasi kepada masyarakat," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan.
Kelancaran Perjalanan
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun, kebijakan pembatasan operasional angkutan barang semata-mata untuk melindungi keselamatan jutaan masyarakat yang mudik dan memastikan perjalanan berlangsung lancar, aman, dan nyaman. Tujuannya bukan membatasi atau melarang usaha, tetapi mengatur agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang sama-sama bisa berjalan dengan aman dan lancar selama arus mudik Lebaran.
Selain itu, Kemenhub menyiapkan 177 terminal, 48 Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang yang difungsikan menjadi rest area, bekerja sama dengan masjid dan fasilitas umum untuk titik istirahat sementara. Untuk mendukung mobilitas, disediakan 401 bus mudik gratis dengan kapasitas 15.834 penumpang dan 8 truk untuk 240 sepeda motor, melayani 34 kota tujuan di Jawa dan Sumatera, dengan pendaftaran mulai 1 Maret 2026.
Sementara itu, Head of Researcher Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifa mengatakan program Mudik Gratis yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk oleh Direktorat Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), sangat dinanti dan ditunggu oleh masyarakat. Hal ini diketahui melalui kuesioner yang disebarkan di internet. Kuisoner disebarkan pada 1.053 warga negara Indonesia berusia 17-55 tahun pada 26 Februari hingga 7 Maret 2026.
“Ketertarikan masyarakat terhadap program mudik gratis juga besar, di mana sekitar 53,3 persen responden berminat untuk mengikuti mudik gratis. Minat masyarakat terhadap program mudik gratis pun melonjak dari tahun lalu,” katanya.
Seperti diketahui, survei KedaiKOPI pada 2025 mencatat hanya 39 persen masyarakat yang berminat ikut program mudik gratis. Sehingga terdapat 10 persen lebih kenaikan orang yang berminat ikut mudik gratis tahun ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!