Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Korsel Minta Universitas-Universitas untuk Tingkatkan Kuota Sekolah Kedokteran pada 2025

📅 Senin, 20 Mei 2024, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Korsel Minta Universitas-Universitas untuk Tingkatkan Kuota Sekolah Kedokteran pada 2025 Doc: ANTARA/Lee Sang-ho/Xinhua
Ket. Para petugas medis berjalan di sebuah rumah sakit di Daegu, Korea Selatan, pada 15 Maret 2000.

Seoul - Pemerintah Korea Selatan pada Minggu meminta universitas-universitas segera merevisi peraturan untuk meningkatkan kuota sekolah kedokteran pada 2025, seiring dengan keputusan pengadilan yang membuka jalan bagi kenaikan tersebut.

Pernyataan itu diungkapkan olehJang Sang-yoon, sekretaris senior Presiden Korsel untuk kebijakan sosial, tiga hari setelah Pengadilan Tinggi Seoulmengeluarkan putusan.

Putusan itu menolak permintaan komunitas dokter soal penerbitan perintah untukmenghentikan rencana pemerintah menaikkan kuota masuk sekolah kedokteran nasional sebanyak 2.000 kursi.

"Dengan memperhatikan keputusan pengadilan ini, kami merasa lega bahwa ketidakpastian telah teratasi bagi para siswa dan orang tua mereka yang sedang cemas dalam mempersiapkan diri untuk masuk universitas," kata Jang dalam konferensi pers.

Pemerintah, lanjutnya, akan berupaya segera menyelesaikan proses yang diperlukan untuk tahun ajaran 2025, dan meminta setiap universitasmemastikan tidak akan ada masalah penerimaan mahasiswa baru pada2025.

Para dokter peserta pelatihan, profesor kedokteran, dan mahasiswa ingin menunda rencana pemerintah untuk menambah kuota sekolah kedokteran.

Namun, Pengadilan Tinggi Seoul menguatkan keputusan sebelumnya dari pengadilan yang lebih rendah.

Alasannya, para pembuat petisi tidak memiliki kepentingan khusus yang dikompromikan terkait kenaikan kuota sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan keputusan pengadilan.

Jang mengatakan keputusan pengadilan terbaru itu merupakan pengakuan pada upaya pemerintah untuk meningkatkan kuota sekolah kedokteran dengan menggambarkan pentingnya tindakan tersebut serta pentingnya penelitian lebih lanjut terhadap rencana itu.

"Sekarang masalah kuota sekolah kedokteran telah diselesaikan. Saya akan meminta para dokter peserta pelatihan untuk kembali bekerja, meskipun mereka mungkin tidak puas dengan beberapa hal dan untuk secara aktif menyuarakan pendapat mereka," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pintu untuk berdialog dengan pemerintah selalu terbuka, sembari menyarankan pertemuan tanpa syarat-syarat yang tidak realistis.

Pada Maret, pemerintah mengalokasikan 2.000 kursi masuk sekolah kedokteran tambahan ke universitas-universitas. banyak di antaranya ke sekolah-sekolah di luar wilayah Seoul.

Alokasi itu ditetapkan pemerintah meskipun ada tindakan kolektif dari para dokter peserta pelatihan untuk meninggalkan tugas di rumah sakit besar sebagai bentuk protes.

Sekitar 20 tindakan hukum telah diambil oleh komunitas dokter dan mahasiswa kedokteran untuk menghentikan kenaikan kuota. Namun sejauh ini, belum ada keputusan pengadilan yang mendukung tindakan tersebut.

Sebuah asosiasi profesor kedokteran sebelumnya memperingatkan bahwa mereka akan memulai penangguhan layanan medis selama satu minggu dan memilih tidak menerima layanan satu hari setiap minggu jika pengadilan menolak mengeluarkan perintah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.