Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru, Dukung Program Pemerintah Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 11:38 WIB | Oleh:
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru, Dukung Program Pemerintah Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah Doc: KAI
Ket. Minat tinggi terhadap Kereta Panoramic saat Nataru turut mendorong pariwisata dan ekonomi daerah sejalan dengan program pemerintah.

Minat masyarakat untuk menikmati perjalanan kereta api sebagai bagian dari pengalaman wisata terus menunjukkan tren positif. Selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), layanan Kereta Panoramic PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat antusiasme tinggi dengan melayani 11.819 pelanggan dan tingkat okupansi mencapai 120 persen dari total 9.576 tempat duduk yang disediakan.

Capaian ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pariwisata berbasis pengalaman (experience-based tourism), penguatan destinasi daerah, serta peningkatan konektivitas antardaerah sebagaimana tertuang dalam program pengembangan pariwisata nasional dan penguatan ekonomi kreatif.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa Kereta Panoramic menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.

“Kereta Panoramic menjawab tren perjalanan masa kini, di mana masyarakat tidak hanya ingin sampai tujuan, tetapi juga menikmati proses perjalanannya. Ini sejalan dengan program pemerintah yang mendorong pariwisata berkualitas dan pergerakan ekonomi daerah melalui konektivitas yang nyaman dan berkelanjutan,” ujar Anne.

Layanan Kereta Panoramic saat ini hadir pada rangkaian KA Argo Wilis relasi Bandung–Surabaya Gubeng (PP), KA Turangga relasi Bandung–Surabaya Gubeng (PP), KA Pangandaran relasi Gambir–Banjar (PP), KA Papandayan relasi Gambir–Garut (PP), serta KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung (PP). Relasi-relasi ini menghubungkan kota besar dengan daerah tujuan wisata, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan penguatan destinasi di luar pusat-pusat metropolitan.

Menurut Anne, tingginya minat pelanggan tidak lepas dari daya tarik jalur selatan Pulau Jawa yang dilalui sebagian besar layanan tersebut. Jalur ini dikenal memiliki lanskap alam yang beragam dan menjadi salah satu koridor penting dalam pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya.

“Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati bentang perbukitan, hamparan persawahan, aliran sungai, jembatan-jembatan ikonik, terowongan bersejarah, hingga panorama alam terbuka melalui kaca lebar Kereta Panoramic. Pengalaman visual ini menjadikan perjalanan sebagai bagian dari destinasi itu sendiri,” jelas Anne.

Kehadiran Kereta Panoramic juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah yang dilalui. Meningkatnya minat perjalanan mendorong kunjungan wisatawan ke kota dan kabupaten tujuan, menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, UMKM, serta industri kreatif lokal. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam penguatan ekonomi lokal, UMKM, dan desa wisata.

“Kami melihat Kereta Panoramic sebagai pengungkit baru bagi pariwisata daerah. Ketika akses semakin nyaman dan menarik, minat kunjungan meningkat, dan ekonomi lokal ikut bergerak. Inilah bentuk nyata sinergi antara transportasi publik dan agenda pembangunan nasional,” tambah Anne.

Dari sisi keberlanjutan, penggunaan kereta api sebagai moda wisata juga mendukung program pemerintah dalam pengurangan emisi dan pengembangan transportasi rendah karbon, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perjalanan yang lebih ramah lingkungan.

“KAI terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan berbasis kebutuhan pelanggan. Optimalisasi Kereta Panoramic pada relasi strategis merupakan bagian dari komitmen kami menghadirkan layanan yang relevan dengan tren pariwisata, mendukung mobilitas antardaerah, serta sejalan dengan agenda pemerintah dalam membangun pariwisata dan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Anne.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.