Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Instruksikan Penyediaan Internet 100 Mbps hingga Pelosok

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 06:27 WIB | Oleh:
Pemerintah Instruksikan Penyediaan Internet 100 Mbps hingga Pelosok Doc: ANTARA/HO-Kemenkominfo
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat bertemu dengan para penyelenggara telekomunikasi di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Kamis (12/6).

JAKARTA - Pemerintah meminta para operator seluler di Indonesia agar berkomitmen untuk menghadirkan akses internet hingga 100 Mbps di wilayah tanpa jaringan serat optik tidak hanya di perkotaan, tapi, hingga daerah pelosok.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan langkah itu menjadi bagian dari percepatan pemerataan konektivitas digital nasional mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang dalam pidato pelantikannya menyatakan bahwa konektivitas adalah fondasi penting untuk pertumbuhan ekonomi rakyat.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam pidato pelantikannya, Presiden menyampaikan secara berulang pentingnya digitalisasi untuk meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat," ujar Meutya saat bertemu pimpinan operator seluler di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Kamis (12/6).

Untuk mendukung komitmen para operator seluler menghadirkan konektivitas digital optimal, pemerintah menjanjikan alokasi spektrum baru dan skema jaringan terbuka (open access) yang mendorong keterlibatan banyak pihak dan harga layanan terjangkau.

Spektrum baru itu merujuk pada spektrum 1,4 GHz yang memang direncanakan untuk dilelang dan digunakan untuk Broadband Wireless Access (BWA).

Upaya itu diharapkan akan membuka jalan bagi penyediaan layanan internet tetap berkecepatan tinggi di area yang belum terjangkau jaringan serat optik, baik untuk untuk fasilitas publik seperti sekolah, pusat layanan kesehatan, kantor desa, maupun rumah tangga.

Menurut data Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, sebanyak 86 persen sekolah (190.000 unit) masih belum mempunyai akses internet tetap.

Selain itu, 75 persen Puskesmas (7.800 unit) belum terkoneksi dengan baik, 32.000 kantor desa masih berada dalam zona blank spot (tidak terjangkau internet), dan penetrasi fixed broadband baru menjangkau 21,31 persen rumah tangga di Indonesia.

Untuk mendukung hal itu, pemerintah telah menyiapkan spektrum baru yang akan dialokasikan secara transparan kepada operator seluler nasional. Model jaringan yang akan diterapkan bersifat open access membuat pemegang izin wajib membuka infrastrukturnya untuk digunakan bersama oleh penyelenggara lain.

"Ini adalah langkah kami dalam memastikan bahwa setiap kebijakan spektrum tidak hanya mengutamakan aspek regulasi, tapi juga membuka ruang seluas-luasnya untuk keterlibatan dan kesiapan industri," Meutya menjelaskan.

Peraturan Menteri sebagai landasan hukum dari program internet murah saat ini telah melalui tahap konsultasi industri selama lebih dari satu bulan.

Proses seleksi operator akan dimulai tahun ini dengan skema yang transparan dan akuntabel, mengedepankan kesiapan teknologi dan komitmen untuk menyediakan layanan dengan harga yang terjangkau. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.