Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Magang Nasional Beri Pengalaman Relevan dengan Industri

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 10:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program Magang Nasional Beri Pengalaman Relevan dengan Industri Doc: ANTARA
Ket. Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan.

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menilai program Magang Nasional dapat memberikan pengalaman yang relevan bagi peserta lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi, dengan kebutuhan industri.

“Melalui program ini kami berharap fresh graduate bisa mendapatkan pengalaman magang yang relevan dengan kebutuhan industri dan adaptif di dalam dunia kerja,” kata Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/10).

Untuk itu, Willy mengatakan pihaknya juga terus memperkuat komitmen dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia melalui program ini, salah satunya berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

“Berkolaborasi dengan Kemnaker, Telkom berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia,” ujar dia.

Lebih lanjut, Willy mengatakan program ini sejalan dengan upaya Telkom dalam membangun dan menyiapkan talenta unggulan di Indonesia.

“Melalui inisiatif ini, Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi digital tidak hanya menjembatani dunia kampus dan industri, tetapi juga turut serta dalam membentuk generasi muda Indonesia yang memiliki digital mindset kuat, kreatif, inovatif dan siap bersaing secara global,” kata dia.

Program Magang Nasional 2025 ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi dengan waktu maksimal 1 tahun kelulusan yang terhitung lulus mulai bulan Agustus 2024.

Program ini akan berjalan selama enam bulan. Selama mengikuti program magang, peserta akan mendapatkan uang saku setara upah minimum kabupaten/kota (UMK), jaminan sosial ketenagakerjaan, pendampingan magang industri, dan sertifikat magang.

Calon peserta magang hanya dapat mengikuti program ini sebanyak satu kali dan setiap peserta hanya dapat melamar maksimal tiga lowongan magang.

Program ini dilaksanakan oleh Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan (Binalavogan) Kemnaker dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker. Adapun beberapa sektor yang dibuka untuk program magang ini, di antaranya food & beverages, industri kreatif dan digital, komunikasi dan informasi, sektor industri, sektor publik, pariwisata, logistik dan transportasi, sektor pertanian, serta sektor jasa.

Selanjutnya, seluruh mekanisme rekrutmen dan penetapan program magang dilakukan melalui laman maganghub.kemnaker.go.id (SIAPKerja).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.