Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'Drone' Termal Badan Geologi ESDM Pantau Suhu Kawah Gunung Slamet, Ini Hasilnya!

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 17:33 WIB | Oleh:
'Drone' Termal Badan Geologi ESDM Pantau Suhu Kawah Gunung Slamet, Ini Hasilnya! Doc: ANTARA/HO-Badan Geologi
Ket. Foto udara kondisi kawah Gunung Slamet di Jawa Tengah.

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan hasil pengukuran menggunakan teknologi pesawat nirawak (drone) termal menunjukkan kondisi suhu solfatara di kawah Gunung Slamet kini relatif stabil.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Kamis (4/6), mengungkapkan berdasarkan hasil beberapa kali pengukuran suhu menggunakan drone termal, suhu solfatara kawah berfluktuasi antara 407,2 derajat Celcius  hingga 478,7 derajat Celcius, tanpa menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Kestabilan indikator termal tersebut menjadi salah satu alasan utama bagi otoritas geologi untuk mengevaluasi dan menurunkan radius rekomendasi bahaya.

Lana menjelaskan data yang dihimpun dari drone termal selama periode 4 April - 3 Juni 2026 tersebut membuktikan tidak ada eskalasi aktivitas vulkanik yang berkelanjutan pada sistem kawah gunung api setinggi 3.432 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.

Kondisi ini berbeda dengan situasi pada awal April lalu, kata dia, dimana citra termal sempat menangkap adanya perluasan anomali panas yang membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah akibat peningkatan proses pelepasan gas (degassing).

Meskipun paparan suhu solfatara saat ini tergolong masih cukup tinggi, lanjutnya, tren fluktuasi yang konstan membuat Badan Geologi resmi mengembalikan radius aman dari sebelumnya tiga kilometer menjadi dua kilometer dari pusat kawah.

Kendati demikian tingkat aktivitas gunung api yang berada di lima kabupaten Provinsi Jawa Tengah (Jateng) itu masih tertahan di Level II (Waspada) karena parameter vulkanisnya belum sepenuhnya kembali ke kondisi dasar (background).

Menurut Lana, pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kabupaten Pemalang, yang memantau pergerakan suhu udara kawah dan pasokan energi dari dalam bumi guna mengantisipasi potensi bahaya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.