Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Patut Dicontoh! Sebanyak 1.300 Warga Kabupaten Solok Tolak Bantuan Sosial karena Sudah Mandiri

📅 Sabtu, 09 Mei 2026, 21:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Patut Dicontoh! Sebanyak 1.300 Warga Kabupaten Solok Tolak Bantuan Sosial karena Sudah Mandiri Doc: ANTARA
Ket. Wakil Bupati (Wabup) Solok Candra saat diskusi verifikasi dan validasi data bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok.

SOLOK – Sebanyak 1.300 keluarga di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial (bansos) karena merasa sudah mampu dan mandiri.

Wakil Bupati (Wabup) Solok, Candra, di Solok, Sabtu (09/5), mengatakan lebih dari 1.300 warga secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan karena merasa sudah mampu secara ekonomi.

Ia mengatakan data tersebut didapatkan setelah pemerintah Kabupaten Solok melakukan langkah transparansi melalui program labelisasi rumah penerima bantuan sosial.

Kebijakan tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui secara terbuka siapa saja penerima bantuan pemerintah.

“Berdasarkan laporan dari ibu Kadis Sosial, bersama bapak bupati, kami turun langsung ke lapangan dan melakukan labelisasi rumah penerima bantuan. Tujuannya untuk meningkatkan transparansi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Solok terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan program bantuan sosial yang tepat sasaran melalui pemutakhiran data yang akurat dan terverifikasi.

Upaya tersebut dibahas dalam diskusi verifikasi dan validasi data bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok.

Wabup Solok tersebut juga menegaskan bahwa sinkronisasi dan pemutakhiran data merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh program bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Menurutnya pemerintah Kabupaten Solok bersama BPS, Dinas Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) serta para petugas lapangan terus melakukan pembenahan dan verifikasi data secara menyeluruh.

“Alhamdulillah, untuk wilayah Sumatera Barat, Kabupaten Solok termasuk daerah yang cukup baik dalam melakukan update dan pemutakhiran data. Ini berkat kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, BPS, Dinas Sosial, serta teman-teman PKH dan petugas lapangan,” ujar dia.

Ia menjelaskan validasi data menjadi salah satu kunci utama dalam mendukung efektivitas program pengentasan kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial agar tidak salah sasaran.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Solok Bambang Suryanggono menyampaikan apresiasi terhadap sinergi yang telah terbangun antara pemerintah Kabupaten Solok dengan BPS selama ini.

Ia berharap kerja sama tersebut terus diperkuat demi meningkatkan kualitas data pembangunan daerah serta mendukung berbagai program pemerintah yang berbasis data akurat.

“Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan semakin solid. BPS tentu membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar semangat memperbaiki berbagai indikator pembangunan dapat terus berjalan,” kata Bambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.