Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menekraf: Ekonomi Kreatif dan Budaya Sebagai Penggerak Ekonomi

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 19:24 WIB | Oleh:
Menekraf: Ekonomi Kreatif dan Budaya Sebagai Penggerak Ekonomi Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekraf
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (tengah) dalam Rapat Kerja Nasional sekaligus Syukuran Hari Ulang Tahun Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) ke-18 yang digelar di Jakarta, Senin (7/7).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya ekonomi kreatif dan budaya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang harus terus didukung.

"Pentingnya ekonomi kreatif dan kebudayaan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dari berbagai daerah," kata Teuku Riefky Harsya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/7).

Teuku Riefky menyampaikan, nilai-nilai budaya di Indonesia tentu selaras dengan agenda pembangunan nasional.

Menurut dia, pembangunan bukan hanya milik elite atau pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah dan masyarakat dari semua latar belakang, lintas identitas, lintas generasi, dan lintas profesi sehingga membuka ruang partisipasi.

Dalam Rapat Kerja Nasional sekaligus Syukuran Hari Ulang Tahun ke-18  Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) yang digelar di Jakarta, Senin (7/8), Menteri Ekraf menilai PSBI sudah mendorong berkembangnya kebudayaan dan ekonomi kreatif, terutama budaya Batak dari Samosir.

"Hal ini sejalan dengan Presiden Prabowo yang ingin sekali industri kreatif terus berkembang di Indonesia. Di mana budaya itu kental, di situlah potensi industri kreatif bisa makin dikenal,” ujar Menteri Ekraf.

Menteri Ekraf menegaskan siap berkolaborasi dengan PSBI lewat sentuhan teknologi, inovasi, dan digitalisasi.

Ia menyampaikan, dengan kekayaan intelektual yang berbasis budaya, Kementerian Ekraf punya harapan bagaimana budaya-budaya nusantara termasuk budaya Batak bisa menjadi diplomasi Indonesia secara global.

"Kita bisa mulai maksimalkan melalui rantai nilai dari industri kreatif seperti tahapan kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, hingga konservasi. Misal tahapan kreasi awal berarti kita butuh talenta yang perlu upgrade skill, tahap distribusi secara online atau offline, dan pemasaran karya kreatif bisa masuk ke pasar nasional hingga global,” ujar Menteri Ekraf.

Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang turut hadir mengharapkan peran PSBI untuk memadukan budaya dengan ekonomi kreatif agar bisa mendorong sebuah kemajuan bangsa.

Ia berharap Menteri Ekraf bisa menambah semangat bagi masyarakat Samosir untuk diberdayakan aspek kreatifnya dengan keunggulan dan keunikannya.

"Keunggulan dan keunikan bisa dimunculkan bahkan dihadirkan untuk masyarakat luas, termasuk bagi masyarakat Internasional. Apalagi PSBI sudah punya DNA untuk membangun silaturahmi sekaligus sinergi dan kolaborasi dengan berbagai kementerian,” ujar Menko AHY

Diketahui, PSBI merupakan organisasi kekerabatan masyarakat Batak Simbolon yang beranggotakan ribuan keluarga dan aktif mempromosikan budaya Batak sejak 2006.

Organisasi kekerabatan seperti PSBI juga siap menjadi mitra strategis Pemerintah dalam menjunjung tinggi akar budaya lokal dan mengemasnya dalam bentuk kegiatan yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.