Vietnam Pangkas Penerbangan Domestik karena Krisis Bahan Bakar
📅 Rabu, 25 Mar 2026, 02:15 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSINGAPURA - Maskapai penerbangan nasional Vietnam akan menangguhkan hampir dua lusin penerbangan domestik per pekan mulai bulan depan karena keterbatasan pasokan bahan bakar yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah. Demikian pernyataan otoritas penerbangan negara tersebut pada Senin (23/3) malam.
Harga bahan bakar jet telah meroket sejak awal konflik lebih dari tiga pekan lalu yang menyebabkan harga minyak melonjak dan memicu kekhawatiran akan kekurangan bahan bakar.
"Vietnam Airlines berencana untuk menangguhkan sementara operasional di beberapa rute yang berjumlah 23 penerbangan per pekan mulai 1 April,” kata otoritas penerbangan sipil negara itu dalam sebuah pernyataan pada Senin malam.
"Pasokan bahan bakar penerbangan jet yang terbatas akibat konflik di Timur Tengah telah membuat maskapai penerbangan domestik berisiko kekurangan bahan bakar, sehingga memicu pengurangan penerbangan,” kata pihak berwenang.
Rute domestik utama dan penerbangan internasional tetap beroperasi, kata pihak berwenang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Maskapai penerbangan di Vietnam sedang mempertimbangkan untuk menambahkan biaya tambahan bahan bakar pada rute internasional yang mungkin akan diterapkan pada bulan April, tambah laporan tersebut.
Vietnam baru-baru ini meminta dukungan bahan bakar dari beberapa negara, termasuk Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang, dan pada Senin menandatangani kesepakatan dengan Russia tentang produksi minyak dan gas di kedua negara.
Di tempat lain di kawasan ini, maskapai penerbangan nasional Myanmar mengumumkan pada Minggu (22/3) lalu bahwa mereka juga akan membatalkan beberapa penerbangan domestik karena keadaan yang tidak dapat dihindari, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Sebaiknya Anda baca juga:
United Airlines mengatakan pekan lalu bahwa mereka mengurangi kapasitas penerbangan karena kenaikan biaya bahan bakar jet, yang menurut perkiraan maskapai Amerika Serikat tersebut akan terus melonjak seiring berlanjutnya perang di Teluk. SB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!