Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menag Usulkan Penambahan Anggaran Demi Pendidikan Setara

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 18:43 WIB | Oleh:
Menag Usulkan Penambahan Anggaran Demi Pendidikan Setara Doc: RRI NET
Ket. Menteri Agama Nasaruddin Umar

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengusulkan tambahan anggaran 2026 sebesar Rp24,8 triliun untuk memperkuat pendidikan keagamaan. Usulan itu diarahkan untuk menghapus ketimpangan layanan dan mutu antara madrasah serta sekolah umum.

“Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita. Guna menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan,” ujar Menag, Minggu (5/4).

Nasaruddin menegaskan negara harus hadir memberi perhatian yang setara bagi seluruh lembaga pendidikan keagamaan. Ia menilai kesetaraan pendidikan menyangkut hak anak bangsa untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.

Tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan bagi sejumlah program strategis yang dinilai mendesak dan berdampak langsung. Program itu meliputi revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp13,7 triliun dan digitalisasi pembelajaran Rp10,9 triliun.

Selain itu, diusulkan bantuan buku tulis gratis Rp159 miliar dan Sekolah Unggul Garuda Transformasi Rp22,9 miliar. Fokus terbesar diarahkan pada perbaikan sarana dan prasarana pendidikan keagamaan yang masih memerlukan perhatian serius.

Anggaran revitalisasi menyasar 7.131 lembaga pendidikan, terdiri atas 6.973 madrasah dan 158 sekolah lintas agama. Rinciannya meliputi 128 sekolah Kristen, 13 sekolah Katolik, 9 sekolah Hindu, dan 8 sekolah Buddha.

Menag menyoroti banyak bangunan madrasah yang masih membutuhkan pembenahan agar proses belajar berjalan lebih layak. Menurut dia, kualitas sarana dan prasarana mencerminkan keberpihakan negara terhadap pendidikan keagamaan di Indonesia.

Selain infrastruktur, Menag juga menaruh perhatian pada jangkauan Program Makan Bergizi Gratis di madrasah dan pesantren. Saat ini, cakupan MBG di lingkungan madrasah dan pondok pesantren baru mencapai sekitar 10 hingga 12 persen.

Angka itu dinilai tertinggal jauh dibanding sekolah umum yang diproyeksikan segera menyentuh 80 persen. “Padahal, anak-anak madrasah dan santri di pondok pesantren sangat membutuhkan dukungan ini,” kata Nasaruddin.

Ia berharap jangkauan MBG di lembaga pendidikan keagamaan dapat segera diperluas secara lebih merata. Menag juga menyebut pondok pesantren memiliki ekosistem yang paling siap menjalankan program makan bergizi gratis.

Menurut dia, pesantren terbiasa dengan pola dapur mandiri dan makan bersama yang relatif aman. Model tersebut dinilai efektif untuk mendukung pelaksanaan MBG tanpa menimbulkan risiko kesehatan terkait pangan.

Menag berharap usulan tambahan anggaran itu dapat dipahami dan disetujui dalam pembahasan anggaran 2026. Ia menilai langkah itu penting untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan keagamaan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.