Mekanisme Penempatan Dana Pemerintah di Bank Terbukti Efektif
📅 Rabu, 19 Nov 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
Akhir tahun merupakan fase di mana permintaan kredit usaha, belanja publik, dan aktivitas produksi biasanya naik.
JAKARTA - Setelah menuai pro kontra pada tahap pertama, Pemerintah kembali menambah penempatan dana ke bank-bank Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) dan satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan total injeksi sebesar 76 triliun rupiah per 10 November 2025.
Penempatan dana tambahan itu disalurkan ke empat bank, yakni Bank Mandiri 25 triliun rupiah, BRI 25 triliun rupiah, BNI 25 triliun rupiah, serta Bank Jakarta (Bank DKI) satu triliun rupiah, sehingga secara keseluruhan mencapai 76 triliun rupiah.
Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (17/11/2025), Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (SEF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu memaparkan bahwa penyerapan dana dari alokasi awal sebesar 200 triliun rupiah telah berjalan cepat.
“Sekal ditempatkan, perbankan sudah menggunakan 167,6 triliun rupiah atau 84 persen dari yang ditempatkan tersebut," jelas Febrio, dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Selasa (18/11).
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara rinci, Bank Mandiri dan BRI telah menyalurkan 100 persen dana penempatan masing-masing yang sebesar 55 triliun rupiah, sedangkan BNI sebesar 37,4 triliun rupiah atau 68 persen dari alokasi yang sama.
BTN tercatat telah menyalurkan 10,3 triliun rupiah atau 41 persen dari total dana 25 triliun rupiah, sedangkan BSI telah menyalurkan 9,9 triliun rupiah atau atau 99 persen dari dana 10 triliun rupiah.
Menurut Febrio, derasnya penyaluran itu turut didorong oleh rendahnya bunga penempatan pemerintah. ana pemerintah ditempatkan dengan tingkat bunga 3,8 persen atau sekitar 80 persen dari suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan besaran bunga yang lebih rendah dari biaya dana perbankan pada umumnya, bank memiliki ruang lebih luas untuk menekan cost of fund, sehingga dapat mempercepat penyaluran kredit.
Kondisi itu juga membuat bank lebih leluasa menyalurkan pembiayaan, terutama ke sektor-sektor produktif yang membutuhkan dukungan menjelang akhir tahun.
Ekspansi Kredit Terjaga
Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, menilai kebijakan pemerintah menambah penempatan dana 76 triliun rupiah ke perbankan nasional dan daerah merupakan langkah positif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun.
Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah memperkuat likuiditas perbankan agar ekspansi kredit tetap terjaga.
Aditya mengatakan, tambahan dana tersebut strategis karena ditempatkan pada periode ketika kebutuhan pembiayaan sektor riil meningkat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!