Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korsel Akan Bentuk Kementerian untuk Atasi Rendahnya Angka Kelahiran

📅 Jumat, 10 Mei 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korsel Akan Bentuk Kementerian untuk Atasi Rendahnya Angka Kelahiran Doc: Antara/Xinhua/Wang Jingqiang
Ket. Anak-anak muda berjalan di Seoul, Korea Selatan, pada 21 Mei 2021.

SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel), Yoon Suk Yeol mengatakan akan membentuk kementerian baru untuk mengatasi rendahnya angka kelahiran di negaranya. Pernyataan tersebut disampaikan Yoon dalam pidatonya yang menandai ulang tahun kedua masa kepresidenannya.

"Untuk mengatasi rendahnya angka kelahiran yang dapat dianggap sebagai darurat nasional, kami akan mengerahkan seluruh kemampuan negara," kata Yoon, di Seoul, Kamis (9/5).

Seperti dikutip dari Antara, Yoon mengatakan kepala kementerian baru yang untuk sementara disebut sebagai Kementerian Perencanaan Tanggap Kelahiran Rendah, akan merangkap sebagai Wakil Menteri Urusan Sosial dan menyusun kebijakan di sektor pendidikan, ketenagakerjaan dan kesejahteraan yang akan menjadi agenda nasional.

Yoon meminta kerja sama aktif dari Majelis Nasional yang dikuasai oposisi dalam merevisi undang-undang organisasi pemerintah untuk memungkinkan peluncuran kementerian baru.

Korea Selatan sedang bergulat dengan tingkat kelahiran yang sangat rendah.Tingkat kesuburan total atau jumlah rata-rata anak yang diperkirakan akan dilahirkan per wanita sepanjang hidupnya, mencapai rekor terendah sebesar 0,72 pada tahun 2023.

Angka tersebut jauh di bawah 2,1 kelahiran per perempuan yang dibutuhkan untuk mempertahankan populasi stabil tanpa imigrasi.

Jumlah Bayi Terendah

Pada Februari 2024, hanya ada 19.362 bayi yang lahir. Jumlah itu merupakan yang terendah sepanjangFebruari sejak badan statistik mulai mengumpulkan data pada 1981.

Institut Populasi Semenanjung Korea untuk Masa Depan Korea Selatan menyampaikan total populasi negara itudiperkirakan sebesar 51,71 juta pada 2023 dan akan turun menjadi 39,69 juta pada 2065.

Sementara itu, populasi Korsel yang aktif secara ekonomi atau usia kerja diperkirakan akan turun hampir 10 juta pada2044 di tengah tingkat kelahiran yang sangat rendah di negara tersebut.

Sebelumnya, Institut Populasi Semenanjung Korea untuk Masa Depan menyampaikan populasi Korea Selatan yang aktif secara ekonomi atau usia kerja diperkirakan akan turun hampir 10 juta pada tahun 2044 di tengah tingkat kelahiran yang sangat rendah di negara tersebut.

Jumlah penduduk berusia 15 hingga 64 tahun yang berjumlah 36,57 juta pada tahun 2023, diproyeksikan menurun menjadi 27,17 juta pada tahun 2044, menurut laporan tersebut.

"Menurunnya jumlah penduduk yang aktif secara ekonomi akan merusak konsumsi sehingga berdampak pada jatuhnya pasar dalam negeri. Hal ini juga akan meningkatkan beban dalam mendukung penduduk lanjut usia, yang menyebabkan perlambatan ekonomi dan rendahnya pertumbuhan yang berkepanjangan," kata lembaga tersebut.

Laporan itu juga menunjukkan jumlah siswa baru sekolah dasar yang mencapai 430.000 pada tahun lalu diperkirakan akan berkurang hampir setengahnya menjadi 220.000 pada tahun 2033.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.