Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendiktisaintek 750 Juta Rupiah Per Proposal Program PUI Perguruan Tinggi

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 23:46 WIB | Oleh:
Kemendiktisaintek 750 Juta Rupiah Per Proposal Program PUI Perguruan Tinggi Doc: Foto tangkapan layar Yotube Kemendiktisaintek
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam konferensi pers secara daring, Rabu, (14/5).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meluncurkan program Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi-Perguruan Tinggi (PUI-PT) untuk mengembangkan ekosistem riset dan inovasi di perguruan tinggi. Program ini bertujuan menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat unggulan iptek nasional yang dapat membantu menyelesaikan masalah masyarakat. 

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman, menyatakan bahwa program PUI-PT akan didanai pemerintah dengan maksimal 750 juta rupiah per proposal untuk PUI-PT lanjutan, dan 500 juta rupiah untuk PUI-PT baru. Saat ini, terdapat 73 pusat unggulan riset, dan ada potensi pengembangan pusat riset baru dari perguruan tinggi.

"Ini dengan maksud agar perguruan tinggi kita tumbuh sebagai pusat unggulan iptek nasional sehingga bisa membantu penyelesaian masalah masyarakat," ujar Fauzan, dalam konferensi pers, Rabu (14/5).

Dia menerangkan, program ini menyasar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pedesaan, dengan harapan perguruan tinggi melakukan riset yang selaras dengan bidang prioritas riset nasional. Output yang diharapkan meliputi riset terapan, paten, dan hilirisasi kebijakan. 

Fauzan berharap program ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, membangun ekosistem riset dan penelitian yang lebih baik, serta membuka akses masyarakat ke teknologi, yang berdampak signifikan pada pembangunan desa melalui transformasi sosial, ekonomi, teknologi, dan infrastruktur. 

"Dampak yang diharapkan dari program yang kami sampaikan adalah terbukanya akses masyarakat ke teknologi dan adanya perubahan di desa dan sektor transformasi sebagai bagian dari transformasi sosial, ekonomi dan teknologi dan infrastruktur yang berdampak signifikan pada pembangunan desa," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, PUI-PT dihadirkan untuk mendorong lahirnya pusat unggulan di setiap perguruan tinggi. Tidak hanya unggul dalam publikasi ilmiah berupa paper-paper berkualitas, tapi juga mampu lebih dari itu, melakukan hilirisasi hasil riset hingga menjadi produk komersial yang siap diterima oleh masyarakat.

Melalui program tersebut, pihaknya ingin memperkuat tata kelola riset, sekaligus menciptakan solusi berbagai macam persoalan di masyarakat berbasis sains. Dia berharap, program tersebut dapat membangun kampus sebagai simpul inovasi nasional, pusat-pusat riset kajian yang menyelesaikan masalah-masalah sekitarnya.

"Akhirnya (kampus) bisa mampu menjawab tantangan industri, memajukan UMKM, serta menumbuhkan teknologi di atas kaki kita sendiri," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.