Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mesir dan PBB Kerja Sama Perkuat Pelaksanaan Gencatan Senjata di Gaza

📅 Jumat, 12 Des 2025, 03:00 WIB | Oleh:
Mesir dan PBB Kerja Sama Perkuat Pelaksanaan Gencatan Senjata di Gaza Doc: Antara
Ket. Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty.

Kairo/Istanbul - Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Kamis (11/12) membahas upaya memperkuat kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza serta menurunkan ketegangan di daerah pendudukan Tepi Barat.

Melalui percakapan telepon, Abdelatty dan Guterres membahas perkembangan di wilayah pendudukan Palestina, termasuk upaya internasional untuk mendukung deeskalasi, memperkuat gencatan senjata di Gaza, dan meredakan situasi di Tepi Barat, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir mengutip percakapan kedua tokoh tersebut.

Abdelatty menegaskan pentingnya penerapan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 dan memastikan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza tanpa hambatan.

Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata Gaza yang berlaku sejak 10 Oktober, sembari tetap melakukan operasi militer harian di Tepi Barat.

Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 70.300 orang di Jalur Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 lainnya. Serangan itu berlanjut meski gencatan senjata telah berlangsung selama dua bulan.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 386 warga Palestina tewas dan 1.002 lainnya terluka sejak gencatan senjata diberlakukan.

Pembahasan antara Abdelatty dan Guterres juga mencakup konsultasi mengenai rencana penempatan pasukan stabilisasi internasional di Gaza sebagai bagian dari fase kedua kesepakatan gencatan senjata.

Abdelatty menekankan pentingnya pembentukan komite teknokrat Palestina untuk mengelola Gaza sebagai langkah awal mengembalikan otoritas Pemerintah Palestina ke wilayah tersebut.

Ia kembali menegaskan penolakan mutlak Mesir terhadap rencana memindahkan penduduk Palestina atau mengubah kondisi geografis maupun demografis Gaza.

Pada bagian lain, Abdelatty memperingatkan meningkatnya risiko di Tepi Barat akibat kekerasan yang dilakukan pemukim ilegal serta terus berlangsungnya perampasan lahan.

Ia menilai situasi itu dapat memperluas instabilitas dan menuntut tanggung jawab mendesak komunitas internasional untuk menghentikan pelanggaran tersebut.

Warga Palestina menilai Israel meningkatkan eskalasi militer di Tepi Barat yang diduduki, termasuk penggusuran, perampasan tanah, dan ekspansi permukiman, yang mereka anggap sebagai langkah menuju aneksasi.

Data Palestina mencatat sedikitnya 1.093 warga tewas di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, hampir 11.000 orang terluka, dan sekitar 21.000 lainnya ditahan sejak Oktober 2023 akibat tindakan pasukan Israel dan pemukim ilegal.​​​​​​​

Abdelatty juga menyoroti peran penting Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dalam mendukung para pengungsi Palestina, dan menyebut mandat lembaga tersebut tidak tergantikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.