JILF 2025 Resmi Dibuka Wagub Rano, Dorong Jakarta Jadi Kota Literasi Menjelang Usia ke 5 Abad
📅 Jumat, 14 Nov 2025, 13:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno resmi membuka Jakarta International Literary Festival (JILF) 2025 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (13/11). Festival literasi internasional tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 November 2025, dengan mengangkat tema The Homeland in Our Bodies atau Tanah Air dalam Tubuh Kita.
Dalam sambutannya, Rano menegaskan bahwa JILF 2025 mengajak masyarakat untuk mengenali diri melalui teks, dialog, dan pertukaran gagasan yang mendorong proses kontemplasi. "Dengan semangat yang sama, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperluas gerakan literasi melalui penyediaan taman baca, perpustakaan digital, ruang baca publik yang dapat diakses hingga malam hari, serta berbagai program di lingkungan sekolah," ujar Rano dalam pidatonya.
Ia menilai, kehadiran JILF membuktikan bahwa ekosistem literasi tidak dibangun oleh satu pihak, melainkan melalui kolaborasi berbagai unsur masyarakat yang meyakini kekuatan kata-kata sebagai jalan menuju kehidupan yang lebih adil. "Menjelang ulang tahun Jakarta yang ke-500, saya yakin kota ini akan terus melangkah menuju peradaban yang lebih baik dengan menjaga dan mengembangkan budaya literasinya," imbuhnya.
Menurut Rano, masyarakat yang gemar membaca dan berpikir kritis akan melahirkan peradaban yang cerdas dan berkelanjutan, sehingga pembangunan ekosistem literasi merupakan langkah strategis untuk masa depan kota. Dua kalimat ini memperkuat pandangannya bahwa literasi adalah komponen utama dalam penguatan karakter dan daya saing warga.
Selama empat hari penyelenggaraan, JILF 2025 menyuguhkan rangkaian kegiatan yang memadukan intelektualitas dan emosi, menghadirkan forum penulis dari berbagai negara yang membahas tema mulai dari tubuh, sejarah, hingga perlawanan. Pembacaan puisi turut menjadi bagian penting yang menggali sisi batin dan keheningan, sementara pasar buku menghadirkan ruang perayaan bagi penerbit-penerbit independen.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semua kegiatan ini menyatukan kita dalam percakapan panjang tentang jati diri kita sebagai bangsa dan sebagai manusia," kata Rano dalam salah satu bagian pidatonya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Kesenian Jakarta, para kurator, penulis, komunitas literasi, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan JILF 2025. “Saya menyampaikan apresiasi yang setulusnya kepada Dewan Kesenian Jakarta, para kurator, penulis, komunitas literasi, serta seluruh pihak yang telah menghidupkan festival ini,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!