Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Ditutup, Pemprov Jatim dan Pertamina Gerak Cepat Atasi Kelangkaan BBM
📅 Minggu, 03 Agu 2025, 14:00 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JEMBER - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali menutup total jalan nasional di jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dengan Banyuwangi, Jawa Timur, selama dua bulan, sejak 24 Juli hingga 24 September 2025.
Penutupan jalan tersebut dilakukan karena kondisinya mengkhawatirkan dan membahayakan keselamatan pengguna, sehingga dilakukan perbaikan di ruas Sumberjati-batas Kabupaten Banyuwangi di KM 233+500 yang dikenal sebagai tikungan Mbah Singo, sepanjang 115 meter.
Perbaikan jalur Gumitir, meliputi penanganan longsoran dengan perkuatan lereng bawah menggunakan konstruksi bored pile sebanyak 55 titik, sepanjang 115 meter dan perbaikan geometri jalan untuk keselamatan pengguna.
Setelah ditutup total pada Kamis (24/7) pukul 00.00 WIB, arus lalu lintas di jalur pantai utara (pantura) Kabupaten Situbondo macet panjang karena semua kendaraan roda empat atau lebih dari arah Surabaya menuju Kabupaten Banyuwangi atau sebaliknya, menggunakan jalur alternatif di wilayah itu.
Penutupan jalur Gumitir tersebut juga menyebabkan arus distribusi BBM ke Jember dan sekitarnya terganggu. Pertamina menyebutkan bahwa 41 SPBU di Jember dan 8 SPBU di Kabupaten Bondowoso terdampak, sehingga antrean panjang sempat terjadi di hampir seluruh SPBU di dua wilayah itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi mengatakan bahwa pihaknya menggunakan rute alternatif, yakni Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso-Jember untuk pengiriman BBM. Sebelumnya, distribusi BBM dari Banyuwangi bisa langsung ke Jember melalui jalur Gumitir.
Mengantisipasi akibat penutupan jalur Gumitir itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan Satlantas dan Polres di daerah itu untuk memprioritaskan kendaraan pengangkutan BBM dan elpiji yang terdampak. Selain itu, imbas kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengakibatkan distribusi BBM ke Jember dan sekitarnya, yang semula hanya membutuhkan waktu 4 jam, bertambah menjadi 11 jam.
Sekolah Daring
Sebaiknya Anda baca juga:
Terganggunya distribusi BBM menyebabkan kelangkaan bahan bakar hampir terjadi di seluruh SPBU Jember, bahkan antrean di sejumlah SPBU mencapai hingga 2 kilometer dan sebagian warga rela antre berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait pada Senin (28/7) malam mengumumkan penerbitan dua surat edaran (SE) terkait sekolah daring dan aparatur sipil negara (ASN) bisa bekerja dari mana saja (WFA) untuk mengurangi dampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan tersebut diambil karena pemerintah daerah merespons cepat keluhan masyarakat akibat krisis BBM, seperti siswa yang terpaksa izin tidak masuk karena tidak ada BBM untuk kenadaraan orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah, pegawai yang terlambat, hingga izin, karena sulit mendapatkan BBM dan harus antre panjang di SPBU.
Surat Edaran Nomor 400.3.1/3550/35.09.310/2025 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN pada Instansi Pemerintah Daerah dan Penyesuaian Pelaksanaan Pembelajaran secara daring akibat kelangkaan BBM di Jember yang memuat 9 poin itu diberlakukan sejak 29 Juli 2025.
Dalam SE itu menyebutkan bahwa seluruh satuan pendidikan, mulai dari jenjang PAUD, SD, dan SMP (di bawah koordinasi dinas pendidikan kabupaten) melaksanakan pembelajaran secara daring mulai 29 Juli 2025 sampai dengan situasi BBM dinyatakan kondusif, sehingga seluruh pelajar mengikuti pelajaran dari rumah.
Untuk ASN juga dilakukan penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan di kantor (work from office/WFO) dan dari rumah (work from home/WFH) dan/atau lokasi lain yang ditetapkan (work form anywhere/WFA) mulai tanggal 29 Juli 2025 sampai dengan ketersediaan distribusi BBM kembali normal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!