Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menhan Sjafrie Bertemu Richard Marles: Bahas Jakarta Treaty dan Geopolitik Kawasan

24 Kamis, 12 Mar 2026, 12:25 WIB | Oleh:
Menhan Sjafrie Bertemu Richard Marles: Bahas Jakarta Treaty dan Geopolitik Kawasan Menhan Sjafrie Bertemu Richard Marles: Bahas Jakarta Treaty dan Geopolitik Kawasan Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) menyambut Wakil PM Australia Richard Marles di Kemhan, Jakarta pada 12 Maret.

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Australia mempercepat implementasi kerja sama pertahanan melalui Jakarta Treaty setelah pertemuan bilateral antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles. Pertemuan tersebut membahas langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi militer kedua negara di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.

Pembahasan berlangsung dalam dua sesi pertemuan yang mencakup dialog empat mata antara kedua menteri serta pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi dari masing-masing kementerian pertahanan. Diskusi difokuskan pada penguatan hubungan strategis, peningkatan latihan militer bersama, serta koordinasi kebijakan pertahanan kedua negara.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan implementasi Jakarta Treaty menjadi prioritas utama untuk memperdalam kerja sama pertahanan Indonesia dan Australia setelah perjanjian tersebut disepakati oleh para pemimpin kedua negara. Ia menilai hubungan pertahanan yang erat akan memberikan dampak positif terhadap stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

"Yang kita bicarakan adalah implementasi Jakarta Treaty yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Albanese beberapa waktu lalu di Jakarta," kata Sjafrie.

Ia menjelaskan implementasi perjanjian tersebut mencakup berbagai aspek kerja sama, termasuk latihan militer bersama, pengembangan kapasitas pertahanan, hingga peningkatan komunikasi strategis antara kedua negara. Menurutnya, hubungan militer yang kuat tidak hanya dibangun melalui kebijakan formal tetapi juga melalui komunikasi intensif antarpejabat pertahanan.

"Kami merasa lebih dekat karena hubungan negara dengan negara sangat tergantung pada hubungan personal antarpejabat yang menjalankan institusi tersebut," ujar Sjafrie.

Selain kerja sama bilateral, kedua pihak juga membahas potensi pengembangan kerja sama pertahanan yang lebih luas dengan melibatkan negara lain di kawasan. Format kerja sama tersebut mencakup kemungkinan kolaborasi trilateral yang dapat memperkuat profesionalisme militer dan koordinasi keamanan regional.

Dalam pertemuan itu juga dibahas berbagai perkembangan geopolitik global yang dinilai memiliki dampak terhadap stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Kedua negara sepakat pentingnya meningkatkan komunikasi strategis dan pertukaran informasi untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Sjafrie menegaskan Indonesia memandang kerja sama pertahanan dengan negara lain sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas regional tanpa mengubah prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif. Ia menilai kolaborasi militer yang sehat dapat menjadi sarana membangun kepercayaan sekaligus meningkatkan kapasitas pertahanan nasional.

Menurut dia, implementasi Jakarta Treaty menjadi langkah penting dalam memperdalam kemitraan strategis Indonesia dan Australia yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi baru di bidang pelatihan militer, pengembangan teknologi pertahanan, serta peningkatan profesionalisme prajurit kedua negara.

Pemerintah Indonesia menilai hubungan pertahanan dengan Australia memiliki posisi strategis mengingat kedekatan geografis kedua negara dan kesamaan kepentingan dalam menjaga stabilitas kawasan. Melalui implementasi Jakarta Treaty, kedua negara diharapkan dapat memperkuat kerja sama keamanan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage

NASA: El Nino 2026 Mirip Peristiwa 1997

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
NASA: El Nino 2026 Mirip Pe...
Megapolitan
Jalan Muchtar Tabrani Bekas...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Atasi Genanga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.