Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Diakui Dunia dalam Penanganan Darurat Bencana dan Kemanusiaan

📅 Selasa, 20 Mei 2025, 12:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Diakui Dunia dalam Penanganan Darurat Bencana dan Kemanusiaan Doc: Antara
Ket. Menko PMK Pratikno di Jakarta, Selasa (20/5), memberikan piagam penghargaan kepada tim INASAR dari Basarnas, TNI, Polri dan tim EMT Kementerian Kesehatan

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan Indonesia memperoleh kepercayaan dari masyarakat internasional, atas keberhasilan dalam operasi penanganan darurat kemanusiaan korban bencana alam di Vanuatu dan Myanmar.

"Ini bukan semata urusan medis, tetapi juga soal kepercayaan. Indonesia dipercaya karena ketulusan dan kemampuan yang dimiliki," katanga saat ditemui dalam acara Pengakhiran Tugas Tim Delegasi Misi Kemanusiaan Darurat Bencana Vanuatu dan Myanmar, di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, keberhasilan tim delegasi Indonesia dalam menangani korban bencana di luar negeri menunjukkan bahwa Indonesia mampu tampil sebagai kekuatan kemanusiaan global.

Indonesia mengirimkan sejumlah bantuan, baik berupa personel tenaga kesehatan (Emergency Medical Team/EMT Kementerian Kesehatan) dan SAR, yang lengkap dengan logistik kebutuhan pokok-medis untuk korban bencana alam di Vanuatu dan Myanmar.

Vanuatu dilanda bencana siklon tropis dan gempa bumi dengan jumlah korban lebih dari 1.000 jiwa (18 meninggal dunia, 200 luka-luka dan 947 orang mengungsi) pada Desember 2024. Sementara, Myanmar dilanda gempa bumi 7,7 magnitudo pada Maret 2025, sebanyak 5.017 lainnya terluka dan 160 orang masih hilang akibat bencana tersebut.

Kepercayaan ini, menurut Pratikno, menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia dan harus terus dijaga dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sarana prasarana kesehatan-SAR.

"Tenaga kesehatan kita melayani lebih 300 orang per hari selama 21 hari bertugas Myanmar. Di sana orang-orang dari jauh datang karena percaya pada petugas kesehatan Indonesia," ujarnya.

Menko PMK juga mengapresiasi kerja para petugas tim SAR Indonesia (INASAR) yang disebutnya sebagai "tangan Tuhan" yang menyelamatkan korban di tengah reruntuhan material bangunan.

Tim INASAR yang terdiri atas komponen manajemen, operasi pencarian (search), pertolongan (rescue), medis, dan logistik dari Basarnas, TNI, Polri dalam operasi darurat bencana gempa bumi di Thukha Theiddhi Ward, Naypyidaw, Myanmar berhasil menemukan dan mengevakuasi lima korban meninggal dunia.

"Ini tugas kemanusiaan yang sangat mulia. Tidak cukup dengan keahlian teknis, tapi juga butuh hati nurani," ucapnya.

Ia mendorong seluruh jajaran untuk terus mengasah diri secara individual, organisasi kementerian/lembaga, maupun manajemen. Peningkatan kompetensi dinilai penting tidak hanya untuk misi bantuan darurat bencana
di luar negeri, tapi juga kesiapsiagaan nasional.

"Setiap tahun di negara kita ini terjadi sekitar 5.000 bencana jadi harus selalu siaga," ujarnya, seraya menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan kesiapan peralatan menjadi prioritas utama karena kerja-kerja kemanusiaan Indonesia bukan hanya membawa manfaat di lokasi bencana, tetapi juga membangun citra positif bangsa di mata dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.