Hari Buruh Bermakna: KEK Batang Wujudkan Komitmen pada Hak dan Kesejahteraan Pekerja Perempuan
📅 Jumat, 02 Mei 2025, 17:15 WIB | Oleh: Yuniar Dwi Setiawati
Doc: semarang.bisnis.com/YDS
Batang, Jawa Tengah - Memperingati Hari Buruh Internasional, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menunjukkan komitmen nyata terhadap kesejahteraan pekerja, khususnya perempuan, dengan meresmikan sejumlah fasilitas penting.
Langkah ini menjadi angin segar di tengah isu hunian pekerja yang kerap menjadi sorotan, menegaskan bahwa kawasan industri juga memiliki tanggung jawab dalam memprioritaskan hak dan kebutuhan pekerja perempuan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara langsung meresmikan fasilitas yang meliputi Daycare, Ruang Perlindungan Pekerja Perempuan, dan Ruang Laktasi, serta Masjid An-Nahl.
Kehadiran Daycare di lingkungan rusun pekerja menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak para ibu pekerja. Fasilitas ini diharapkan memberikan ketenangan pikiran bagi mereka, karena mengetahui anak-anak mereka berada di tempat yang aman dan terawat selama mereka bekerja.
Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa Hari Buruh bukan hanya sekadar pengingat hak pekerja, melainkan juga momentum bagi negara untuk hadir dengan empati, fasilitas, dan kebijakan yang berpihak.
Sebaiknya Anda baca juga:
"KEK Industropolis Batang hari ini bukan hanya bicara produktivitas, tapi juga keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Inilah wajah baru kawasan industri yang kita harapkan: inklusif, spiritual, dan berkelanjutan," ujarnya.
Pengelolaan Daycare akan diserahkan kepada Yayasan Ibunda sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), memperkuat komitmen kawasan terhadap inklusivitas, keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga, serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Selain itu, KEK Industropolis Batang juga meresmikan Ruang Perlindungan Pekerja Perempuan dan Ruang Laktasi, fasilitas yang masih tergolong langka di kawasan industri Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah ini merupakan pengakuan penting bahwa pekerja perempuan memiliki kebutuhan spesifik dan memerlukan ruang aman serta dukungan nyata dalam menjalankan peran ganda sebagai pekerja dan ibu.
Dr. Dian Kartika Sari, seorang sosiolog gender dari Universitas Gadjah Mada, mengapresiasi langkah KEK Industropolis Batang ini. "Inisiatif ini menunjukkan adanya pemahaman yang baik tentang pentingnya mendukung pekerja perempuan. Menyediakan fasilitas seperti daycare dan ruang laktasi bukan hanya soal memenuhi hak, tetapi juga investasi jangka panjang untuk produktivitas dan kesejahteraan pekerja secara keseluruhan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurutnya, langkah ini bisa menjadi contoh bagi kawasan industri lain di Indonesia untuk lebih memprioritaskan kebutuhan pekerja perempuan.
Dengan data yang menunjukkan dari total 7.008 pekerja di kawasan tersebut, 3.730 di antaranya adalah perempuan, keberadaan fasilitas ramah perempuan ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!