Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Guru Besar UGM Minta BPOM Cegah Keracunan MBG

📅 Rabu, 19 Mar 2025, 23:56 WIB | Oleh:
Guru Besar UGM Minta BPOM Cegah Keracunan MBG Doc: Foto tangkapan layar Youtube UGM
Ket. Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Zullies Ikawati.

JAKARTA - Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Zullies Ikawati meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama dua bulan terakhir, banyak terjadi kasus keracunan MBG yang terjadi di beberapa daerah.

“BPOM akan berperan dalam pengawasan dan pengujian pangan agar makanan yang diberikan aman dari kontaminasi mikroba, bahan berbahaya, atau pelanggaran standar mutu,” ujar Zullies, dalam keterangan resminya, Rabu (19/3).

Dia menjelaskan, BPOM dapat melakukan pengawasan dalam proses persiapan, produksi, hingga distribusi. Dalam proses persiapan, BPOM dapat menjalankan pengujian bahan baku yang digunakan dalam penyediaan makanan.

“Inspeksi ke fasilitas produksi dan distribusi juga harus dilakukan untuk memastikan kebersihan dan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan,” katanya.

Zullies menerangkan, fungsi pengawasan dijalankan dengan menerapkan sertifikasi bagi penyedia layanan makanan agar memenuhi standar kelayakan. Dengan dilakukannya penerapan sertifikasi, pengawasan produksi dapat dilakukan secara berkala dengan metode sampling.

“Dalam proses distribusi, BPOM mengawasi rantai distribusi untuk mencegah kontaminasi selama periode pengiriman,” tuturnya.

Dia juga menyinggung terkait dengan distribusi makanan ke sekolah di daerah terpencil. Menurutnya, distribusi makanan ke daerah terpencil memanglah menjadi tantangan tersendiri dalam fungsi pengawasan BPOM.

Zullies menerangkan, wilayah Indonesia yang luas dengan kondisi geografis yang berbeda acap kali memakan waktu lebih lama daripada estimasi. Dengan demikian makanan berisiko mengalami pembusukan dan basi lebih cepat.

“Untuk mengatasi ini, BBPOM yang berada di daerah akan mengawal jalannya distribusi sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh BPOM pusat,” paparnya.

Dia mengingatkan, dalam menjalankan fungsi pengawasan distribusi, BPOM tidak sendirian. Menurutnya, pihak eksternal BPOM dapat turut terlibat dalam proses distribusi.

Zullies menekankan, kerja sama antara BPOM dan masyarakat tidak berhenti di proses distribusi saja. Kerja sama bisa dalam bentuk membentuk tim relawan keamanan pangan yang berkoordinasi dengan BPOM untuk proses edukasi terkait makanan yang aman dan baik dikonsumsi oleh siswa.

“Edukasi dan pelatihan kepada masyarakat untuk mengenalkan makanan yang aman sehingga mereka akan paham dengan kualitas makanan yang disediakan,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.