Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

GIF Luncurkan Program Pemberdayaan untuk Dukung Inovasi Lokal

📅 Senin, 25 Mar 2024, 20:32 WIB | Oleh:
GIF Luncurkan Program Pemberdayaan untuk Dukung Inovasi Lokal Doc: istimewa
Ket. Talkshow Selayang Pandang #LokalBerdaya Bersama Butet Manurung, aktivis sosial dan antropolog, penggagas Sokola Rimba; Ranitya Nurlita, Perwakilan Konsorsium Bali Sukla, Changemakers CCE 2.0.

JAKARTA - GoTo Impact Foundation (GIF), organisasi penggerak dampak yang didirikan oleh Grup GoTo, meluncurkan program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 dengan tema #LokalBerdaya. Melalui program ketiga ini GIF akan berinovasi bersama para pembuat perubahan (changemakers) dan komunitas lokal untuk memberdayakan masyarakat di Belitung, Lombok Tengah, Magelang, dan Malang.

"Mereka diharapkan dapat terus bertumbuh, dan mampu menyelesaikan masalah sosial, lingkungan, dan ekonomi secara mandiri," kata Chairperson GoTo Impact Monica Oudang, dalam webinar Kamis (21/3).

Setelah tiga tahun bergerak bersama 80changemakersdan 50 mitra, CCE telah menghasilkan 18 inovasi di Bandar Lampung, Semarang, Makassar, Bali, Labuan Bajo, dan Danau Toba. Dari perjalanan ini, GIF mengidentifikasi tiga pembelajaran penting.

"Tiga pembelajaran penting itu adalah permasalahan kompleks tidak bisa diselesaikan oleh satu organisasi saja, tidak bisa dituntaskan dengan pendekatan yang bersifat general tanpa penyesuaian dengan konteks lokal, dan tidak cukup jika hanya menyasar satu sector," kata Monica.

CCE terus berevolusi dan membuat terobosan baru, yaitu untuk berkreasi bersama pihak multisektor, menyusun solusi sesuai konteks lokal, dan menciptakan dampak multidimensi yang berkelanjutan di Indonesia. GIF menginisiasi keberadaan CCE dengan tujuan sebagai katalis untuk mengakselerasi dampak yang berkelanjutan dalam skala yang lebih besar di Indonesia.

"Melalui CCE, kami terus menyempurnakan pendekatan innovation ecosystem, sebuah upaya yang menjunjung gotong royong guna mendorong lahirnya inovasi. Ini lebih dari sekadar kolaborasi, namun juga menggabungkan kekuatan untuk berkreasi bersama," ungkapnya.

Ia menegaskan, kesuksesan bagi program tersebut bukan hanya diukur dari kemampuan kolektif, atau banyaknya inovasi yang dihasilkan, melainkan ketika masyarakat lokal bisa berdaya dan mampu untuk melakukan perubahan. Untuk itu, lewat CCE 3.0, GIF berusaha membangun sistem melalui perubahan pola pikir dan perilaku, memecahkan masalah secara holistik, dan memastikan adanya manfaat ekonomi bagi setiap pihak yang terlibat, termasuk masyarakat lokal.

Tahun ini, CCE berkolaborasi dengan Bappenas RI dan Kemenparekraf RI yang telah terlibat sejak CCE gelombang pertama dan kedua. CCE memfokuskan pemilihan empat lokasi berdasarkan prioritas pemerintah, urgensi permasalahan, hingga ketersediaan infrastruktur danchangemakers.

Di Belitung, Bangka Belitung program dilakukan dengan melakukan transisi dari sumber mata pencaharian yang bersifat eksploitatif ke sumber penghasilan yang berkelanjutan. Hal ini diharapkan bisa membantu dalam mewujudkan ketahanan pangan berkualitas.

Sedangkan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat CEE menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM untuk mendorong pemerataan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Di Magelang, Jawa Tengah program bertugas memeratakan ekonomi yang dibutuhkan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem.

"Di Malang, Jawa Timur kami melakukan optimalisasi rantai pasok antar sektor agar bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi sekaligus beradaptasi terhadap perubahan iklim," terang Monica.

Hadir pada kegiatan peluncuran CCE 3.0 secara daring Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Pada kesempatan tesebut ia mengatakan masyarakat setempat berada di garis depan pengelolaan dan pemanfaatan kawasan wisata.

"Kami sangat berharap bahwa solusi yang dihadirkan para changemakers bisa benar-benar membangun kemandirian masyarakat sehingga masyarakat bukan hanya berperan sebagai penerima manfaat, tapi sebagai salah satu aktor utama yang dapat mendorong pengelolaan kawasan wisata yang berkelanjutan," paparnya.

Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan selaku Kepala Sekretariat Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) / Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), Kementerian PPN/ Bappenas RI, Pungkas Bahjuri Ali, dalam sambutannya menyatakan, pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi multisektor merupakan hal penting untuk memecahkan permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.