Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korsel: Korut Diduga Kesulitan Mendapatkan Komponen Satelit Mata-mata

📅 Kamis, 30 Mei 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korsel: Korut Diduga Kesulitan Mendapatkan Komponen Satelit Mata-mata Doc: ANTARA/Pixabay
Ket. Ilustrasi - Lapangan Kim Il-Sung di Pyongyang, Korea Utara.

Seoul - Seorang pejabat kepresidenan Korea Selatan mengatakan kegagalan Korea Utara dalam meluncurkan satelit mata-mata militer kemungkinan besar disebabkan faktor kesulitan dalam memperoleh suku cadang terkait dan mengembangkan teknologi karena sanksi yang sedang berlangsung.

Korea Utara gagal meluncurkan roket luar angkasa yang membawa satelit pengintai beberapa jam setelah para pemimpin Korea Selatan, Jepang, dan China bertemu di Seoul pada Senin (27/5) untuk pertemuan puncak yang merupakan pertemuan puncak pertama sejak Desember 2019.

"Korea Utara meluncurkan satelit mata-mata militer secara paksa tak lama setelah pertemuan puncak Korea-Jepang-China," kata pejabat kepresidenan yang tak disebutkan namanya, Rabu.

Korea Utara mengecam penegasan kembali komitmen Seoul terhadap denuklirisasi Semenanjung Korea dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hak kedaulatannya.

"Yang jelas adalah sanksi yang terus menerus dan tak tergoyahkan dari komunitas internasional, termasuk PBB, terbukti efektif melawan aktivitas nuklir dan rudal ilegal Korea Utara," ucap pejabat itu.

Pejabat tersebut turut menekankan pentingnya mempertahankan sanksi Dewan Keamanan PBB untuk mempersulit rezim Pyongyang mendapatkan suku cadang yang diperlukan untuk mengoperasikan atau meningkatkan program nuklir dan rudal.

"Penting untuk menjaga koordinasi internasional yang teguh," tegasnya.

Adapun kantor kepresidenan turut merespons pengiriman lebih dari 200 balon yang membawa limbah dan sampah ke Korea Selatan. Tindakan tersebut dinilai Seoul bertujuan untuk menguji pemerintahannya namun akan merespons dengan tenang.

"Korea Utara tampaknya ingin menguji apakah rakyat dan pemerintah kita akan gelisah atau merespons balon-balon mereka dan bagaimana perang psikologis atau ancaman hibrida skala kecil akan berhasil, selain dari provokasi langsung," kata pejabat itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.