Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

GIF dan Para Pembuat Perubahan Luncurkan Proyek Percontohan Pengelolaan Sampah dan Pangan di Samosir

📅 Kamis, 25 Jan 2024, 20:37 WIB | Oleh:
GIF dan Para Pembuat Perubahan Luncurkan Proyek Percontohan Pengelolaan Sampah dan Pangan di Samosir Doc: istimewa
Ket. Pemukulan gong sebagai tanda diluncurkannya proyek percontohan ekonomi sirkuler Samosir Mallatam oleh Wakil Bupati Kabupaten Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM di Mariana Resort and Convention, Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Rabu (24/1)

JAKARTA - GoTo Impact Foundation (GIF), organisasi penggerak dampak yang didirikan oleh Grup GoTo, bersama konsorsiumchangemakersdari Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) meluncurkan proyek percontohan bernama Samosir Mallatam.Proyek ini bertujuan untuk mengelola sampah dan mengolah pangan lokal guna memberi manfaat ekonomi di destinasi wisata Kenegerian Sihotang, Sumatera Utara.

Kenegerian Sihotang adalah rumah bagi 917 keluarga dan merupakan destinasi wisata unggulan untuk wisatawan dalam negeri maupun mancanegara yang terletak di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Pada tahun 2022, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Samosir meningkat dua kali lipat mencapai angka 860.892, bila dibandingkan pada 2019 sebesar418.271menurut data Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir.

Potensi pariwisata Kenegerian Sihotang di masa depan sangat tinggi, namun kesempatan ini masih menyimpan tantangan yang mendesak, seperti pengelolaan sampah dan bahan pangan. Hal ini terjadi karena jarak wilayah yang jauh dari kota dan medan jalan yang belum memadai untuk penjemputan sampah.

Akibatnya, sampah sebanyak 180 kg per hari yang dihasilkan dari pariwisata saathigh season, dibakar secara terbuka atau dibuang ke sungai dan danau. Selain itu, sebanyak 50-70 kg per minggu komoditi lokal pisang singali-ngali siap panen terbuang sia-sia.Melihat keterbatasan infrastruktur dan wawasan yang terjadi, Monica Oudang, Chairperson dari GoTo Impact Foundation (GIF) menyampaikan, "

"GIF menyadari bahwa untuk menghasilkan perubahan sistemik jangka panjang diperlukan upaya gotong royong yang melibatkan masyarakat dan pemerintah lokal, serta startup dan organisasi masyarakat sipil. Oleh karena itu, GIF menghadirkan CCE yang menggunakan pendekataninnovation ecosystemsebagai cara baru untuk menjawab permasalahan dan potensi di Kenegerian Sihotang," kata Ketua GIF Monica Oudang, melalui keterangan tertulis Rabu (24/1).

Melalui CCE, GIF berusaha memobilisasi dan menyatukan para pembuat dampak, pendanaan, wawasan, dan keahlian untuk berinovasi bersama agar bisa menyelesaikan masalah iklim lebih cepat, berkelanjutan, dan dalam skala besar. Pada 2023, CCE bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf) sebagai mitra strategis dalam pengelolaan sampah di kawasan strategis destinasi wisata melalui intervensi ekonomi sirkular.

Pada gelombang kedua yang berlangsung sejak Maret 2023 ini, CCE menggabungkan 50 pembuat perubahan (changemakers) yang terdiri dari organisasi masyarakat sipil yang dekat dengan masalah di lapangan sertastartup sebagai pembuat model bisnis sekaligus penyedia teknologi. Para pembuat perubahan kemudian masuk ke dalam CCE Lab untuk mendapatkan pengembangan kapasitas dan berkolaborasi membentuk konsorsium untuk menyusun solusi inovatif. "Dari 16 solusi yang tercipta, tiga di antaranya terpilih untuk diimplementasikan melalui proyek percontohan," kata dia.

Salah satu konsorsium terpilih, yang beranggotakan Roda Hijau dan Aksata Pangan, bergerak bersama Pemerintah Kabupaten Samosir dan jajaran dinas, Kecamatan Harian, Desa Hariara Pohan, Desa Siparmahan, Desa Dolok Raja, Desa Sampur Toba, dan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia. Mereka akan menjalankan proyek Samosir Mallatam guna mengurangi potensi kerusakan lingkungan, sekaligus meningkatkan penghidupan masyarakat melalui pelibatan ke dalam rantai nilai pariwisata.

Wakil Bupati Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM mengapresiasi proyek Samosir Mallatam yang baru diluncurkan. Pihaknya mendukung penuh upaya konsorsium dan GIF dalam menciptakan destinasi wisata yang ramah lingkungan, dan memastikan masyarakat dapat berkembang secara beriringan dengan pariwisata di Kenegerian Sihotang.

"Saya berharap area lain juga bisa turut bergotong royong sehingga lebih banyak destinasi wisata yang bertumbuh, masyarakat yang sejahtera, dan lingkungan yang lestari," ungkapnya.

Perwakilan dari konsorsium penggagas proyek Samosir Mallatam, Laurence Ricardo P. Simanjorang menjelaskan dampak nyata yang dihasilkan. Dalam kurun waktu satu tahun, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, ekonomi kelompok yang terlibat, dan jumlah sampah yang terkelola, serta mengurangi potensi limbah dari bahan pangan melalui tiga solusi utama.

Pertama pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (PTS3R) yang terintegrasi, termasuk pengangkutan, pemilahan, serta pengelolaan sampah anorganik dan residu dari Desa Hariara Pohan, Desa Siparmahan, Desa Sampur Toba, Desa Dolok Raja, serta destinasi pariwisata Bukit Holbung, Air Terjun Efrata, dan Bukit Sibea-bea.

Kedua pembangunan Sopo Pangan sebagai tempat pengolahan komoditas pangan lokal yang berpotensi terbuang, seperti pisang singali-ngali, menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat pemilik lahan, mengurangi potensifood loss(susut pangan), serta mendorong agrowisata.

Ketiga pendampingan pelatihan untuk memastikan solusi inovatif dapat dijalankan oleh kelompok masyarakat pengelola desa wisata, mulai dari manajemen hasil pangan, pengelolaan makanan, pelatihan pemasaran, pemasaran digital, keuangan, penyortiran hasil panen, pelatihan operasional TPS3R termasuk penggunaan mesin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.