Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Eskpansi Ritel Modern Matikan UMKM di Daerah, Legislator: Negara Harus Intervensi!

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 20:14 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Eskpansi Ritel Modern Matikan UMKM di Daerah, Legislator: Negara Harus Intervensi! Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menegaskan perlunya kehadiran dan intervensi negara yang lebih kuat untuk melindungi dan memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah masifnya ekspansi ritel modern yang dinilai kian menekan pelaku usaha kecil di daerah

JAKARTA-Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menegaskan perlunya kehadiran dan intervensi negara yang lebih kuat untuk melindungi dan memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah masifnya ekspansi ritel modern yang dinilai kian menekan pelaku usaha kecil di daerah.

Dalam rapat kerja Komisi VII bersama Kementerian UMKM di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1), Yoyok juga menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Kementerian UMKM sepanjang tahun 2025. Ia mencatat hampir seluruh indikator kinerja menunjukkan nilai di atas 9, yang mencerminkan capaian sangat baik secara administratif. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut perlu diuji dengan kondisi riil di lapangan, khususnya pada sektor ketenagakerjaan.

“Faktanya, UMKM menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja di Indonesia. Namun pada 2025 justru angka pengangguran meningkat dibandingkan 2024. Ini realitas yang harus kita evaluasi bersama,” ujarnya dikutip dari dpr.go.id

Lebih lanjut, Yoyok menekankan pentingnya keberpihakan negara terhadap UMKM, termasuk melalui kebijakan pembatasan ekspansi ritel modern yang jumlahnya kini telah mencapai puluhan ribu gerai secara nasional. Menurutnya, penetrasi ritel modern telah berdampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha mikro dan kecil, khususnya di wilayah perdesaan.

“Di kampung-kampung, dampaknya luar biasa. Kehadiran ritel modern mematikan usaha kecil. UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional, dan tanggung jawab perlindungannya kini ada di pundak pemerintah,” tegas legislator Fraksi Partai NasDem itu.

Selain pengendalian ritel modern, Yoyok juga mendorong Kementerian UMKM untuk melakukan intervensi aktif agar UMKM dapat terlibat langsung dalam proyek-proyek strategis nasional. Salah satunya melalui pengelolaan dan distribusi program Badan Gizi Nasional (BGN), yang dinilainya memiliki potensi besar untuk pemerataan ekonomi.

“Ini proyek negara dan harus pro-rakyat. Jangan sampai dikuasai oleh segelintir pihak. Tidak masuk akal jika satu orang bisa memiliki puluhan cabang. Kalau UMKM diberi ruang menguasai BGN, pemerataan ekonomi akan benar-benar terjadi,” katanya.

Yoyok menegaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam proyek strategis nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), harus menjadi prioritas kebijakan pemerintah ke depan. Ia meminta Kementerian UMKM berperan aktif dalam “menggendong” UMKM agar mampu bersaing dan mendapatkan akses yang adil.

“Kalau sebelumnya pembatasan ritel modern belum bisa dilakukan, saya titip tahun ini: gendong UMKM seluruh Indonesia agar bisa berpartisipasi di BGN. Ini bentuk nyata keberpihakan negara,” pungkasnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.