Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dukung Ketahanan Pangan, PGN dan BRIN Panen Perdana 116 Ton Padi Varietas Inovatif “Biosalin” di Semarang

📅 Sabtu, 26 Apr 2025, 20:20 WIB | Oleh:
Dukung Ketahanan Pangan, PGN dan BRIN Panen Perdana 116 Ton Padi Varietas Inovatif “Biosalin” di Semarang Doc: istimewa
Ket. Perwakilan PGN dan BRIN ikut serta dalam panen padi varietas inovatif "Biosalin" di wilayah pesisir utara Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (26/4}.

SEMARANG- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui keberhasilan panen padi Biosalin seluas 20 hektare di wilayah pesisir utara Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Panen tersebut sebagai penanda suksesnya implementasi Program Riset Smart Farming Biosalin 1 dan 2 yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan PGN pada Desember 2024 lalu.

Padi Biosalin merupakan varietas benih padi yang tahan terhadap kadar garam tinggi, menjadikannya solusi inovatif bagi lahan-lahan pesisir yang sebelumnya tidak produktif akibat intrusi air laut. 

Sebagian besar lahan seluas 20 hektare yang dipanen itu merupakan lahan tidur milik Kelompok Tani Sumber Rezeki di desa setempat. 

Lahan tidur tersebut sudah tidak lagi dimanfaatkan sejak kejadian gagal panen akibat salinitas atau tingkat keasinan dalam air yang tinggi pada tahun 2021, sehingga Biosalin menjadi tanaman yang cocok untuk menghidupkan kembali lahan pesisir. 

Adapun panen kali ini menghasilkan total produksi sebesar 116,95 ton Gabah Kering Panen (GKP), dengan rata-rata produktivitas mencapai 5,85 ton per hektare. Varietas padi Biosalin 1 memberikan hasil sebesar 6,03 ton per hektare, sementara Biosalin 2 mencatat produktivitas 5,67 ton per hektare. 

Pemanfaatan Lahan Tidur

Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Fajriyah Usman mengatakan, capaian itu menjadi bukti nyata keberhasilan inovasi pertanian adaptif terhadap salinitas tinggi, sekaligus menunjukkan dampak positif dari sinergi antara energi, riset, dan pemberdayaan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) PGN.

“Keberhasilan panen padi Biosalin ini menunjukkan bahwa upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga riset, dan dunia usaha mampu mewujudkan ketahanan pangan di wilayah yang menantang. PGN bangga bisa berkontribusi nyata bagi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan tidur yang kini menjadi sumber harapan baru,” kata Fajriyah, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/4). 

Setelah sukses panen di bulan itu, PGN juga akan melanjutkan budidaya padi Biosalin tahap dua dengan luas 20 hektare. Adapun lahan budidaya padi yang dimanfaatkan PGN untuk program itu bisa dikembangkan lagi menjadi 100 hektare. 

Dalam hal ini, PGN tidak hanya menyuplai energi bersih, tapi juga berupaya memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sekitar melalui program CSR yang berdampak langsung ke masyarakat. 

Lingkup bantuan PGN itu berupa pengembangan produksi padi Biosalin yang terdiri dari bantuan benih dan pupuk, yang dilanjutkan pendampingan pascapanen dan pengolahan prosesing benih yang berlangsung sampai Desember 2025.

“Kami percaya bahwa energi sejati adalah ketika kita bisa menggerakkan perubahan. Panen padi Biosalin ini bukan hanya soal hasil pertanian, tapi tentang membangun kembali semangat masyarakat pesisir yang sempat kehilangan mata pencahariannya,” jelas Fajriyah. 

Budidaya padi Biosalin diharapkan berhasil tumbuh dan bisa panen dengan kualitas yang baik sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan diharapkan dapat menjadi lapangan kerja bagi para buruh tani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.