Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dua Pembunuhan Beruntun Guncang Timika: Bupati Desak Polisi Segera Ungkap Tuntas

📅 Rabu, 03 Des 2025, 16:54 WIB | Oleh:
Dua Pembunuhan Beruntun Guncang Timika: Bupati Desak Polisi Segera Ungkap Tuntas Doc: ANTARA/Evarianus Supar
Ket. Bupati Mimika Johannes Rettob.

TIMIKA - Dua kasus pembunuhan beruntun yang terjadi pada Selasa (2/12) mengguncang Kota Timika, Papua Tengah, dan memicu kekhawatiran warga.

Dua tukang ojek ditemukan tewas setelah diserang orang tak dikenal di dua lokasi berbeda. Bupati Mimika Johannes Rettob meminta kepolisian mengusut tuntas peristiwa ini dan mengimbau masyarakat tidak terprovokasi agar situasi keamanan di Mimika tetap terjaga.

"Saya minta kepolisian untuk melakukan penyelidikan menyeluruh sampai tuntas terhadap dua kasus pembunuhan yang terjadi secara beruntun di Timika kemarin itu. Kita semua memberikan dukungan agar kepolisian bisa segera mengungkap dan menangkap pelakunya untuk diproses hukum," kata John Rettob di Timika, Rabu.

Ia mengimbau warga setempat tidak terprovokasi maupun ikut-ikutan memprovokasi warga lainnya sehingga memicu instabilitas situasi kamtibmas di wilayah itu.

"Pesan saya, warga Mimika jangan terprovokasi. Situasi yang berkembang sekarang di Mimika, saya melihatnya sebagai upaya cipta kondisi. Jangan sampai terpengaruh oleh isu apa pun, lalu membuat suasana menjadi kacau. Mari kita tetap jaga keamanan Mimika," ujarnya.

Ia merasa heran dengan kasus tersebut lantaran Kabupaten Mimika baru saja dinobatkan sebagai daerah paling harmoni dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia oleh Kementerian Agama sehingga menyabet penghargaan Harmony Award 2025.

Namun, hanya berselang beberapa hari kemudian, terjadi serangkaian tindak kriminalitas di Kota Timika dan beberapa tempat lainnya.

Di sisi lain, kata bupati, saat ini di Timika sedang berlangsung penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik ke-II tingkat Provinsi Papua Tengah yang diikuti kontingen dari lima kabupaten.

"Saya heran sebenarnya, kita dinilai sebagai daerah yang aman, daerah yang sangat harmoni, tapi tiba-tiba muncul kejadian-kejadian ini. Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Mimika bahwa pemerintah ada, TNI, Polri ada," ujarnya.

Bupati Mimika juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku penyebaran isu maupun pesan berantai bernada provokatif melalui media sosial seperti WhatsApp grup, Facebook dan lainnya.

"Kepada admin WA grup harus turut bertanggung jawab terhadap isu-isu yang disebar melalui grup WhatsApp. Kalau ada informasi hoaks dan provokatif, mohon segera dihapus," kata John Rettob.

Pada Selasa (2/12), terjadi dua kasus pembunuhan di Timika menimpa tukang ojek. Korban pertama atas nama Bonisius Baitian (46), warga Jalan Poros SP 5 Kampung Limau Asri, Dístrik Iwaka.

Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Vario nomor polisi PA 2101 MV warna merah hitam dibacok dengan senjata tajam oleh orang tak dikenal saat melintas di Jalan Poros Login SP 9, Dístrik Iwaka Timika pada Selasa siang sekitar pukul 13.58 WIT.

Kasus pembunuhan kedua terjadi di lorong Gereja GBI tembus jalan Kantor Klasis GKI Mimika di dekat Jembatan Waker SP2 Timika dengan korban bernama Jesy Kaimudin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.