Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Natuna Gandeng Pos Indonesia Salurkan Bantuan Tunai untuk Lansia dan Warga Miskin

📅 Sabtu, 07 Mar 2026, 13:35 WIB | Oleh:
Natuna Gandeng Pos Indonesia Salurkan Bantuan Tunai untuk Lansia dan Warga Miskin Doc: Antara Foto
Ket. Penyerahan bantuan lansia secara simbolis oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan (jilbab putih) di Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut pada Kamis (5/3).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau menggandeng PT Pos Indonesia dalam penyaluran bantuan sosial uang tunai bagi warga lanjut usia (lansia) berusia di atas 65 tahun serta kelompok masyarakat miskin ekstrem.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Natuna Mardi Handika dikonfirmasi dari Natuna, Sabtu, mengatakan pada 2026 pemerintah daerah kembali mengalokasikan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung dua program bantuan tersebut.

Ia menjelaskan, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima bantuan uang tunai sebesar Rp200.000 per bulan. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui PT Pos Indonesia sebagai mitra pemerintah daerah dalam distribusi bantuan.

Penyerahan bantuan secara simbolis, telah dilakukan di sepanjang kegiatan safari Ramadhan bupati dan wakil bupati Natuna, oleh bupati dan wakilnya serta rombongan safari Ramadhan, terbaru dilakukan pada Kamis (5/3) di Kecamatan Bunguran Timur Laut.

“Penyaluran akan dilakukan secara tunai oleh pihak Pos Indonesia. Rencananya bantuan mulai diserahkan pada pekan kedua Maret,” ucapnya.

Jumlah penerima bantuan untuk program lansia tercatat sebanyak 769 KPM, sementara miskin ekstrem 189 KPM. Data penerima manfaat bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni basis data terpadu yang memuat informasi kondisi sosial ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Dalam DTSEN, tingkat kesejahteraan masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok yang disebut desil. Desil 1 hingga desil 5 termasuk kategori kesejahteraan rendah dan menjadi sasaran berbagai program bantuan sosial.

Desil satu tergolong miskin ekstrem, desil dua miskin, desil tiga hampir miskin, desil empat rentan miskin, dan desil lima masuk kategori pas-pasan.

Mardi menambahkan, penerima bantuan lansia berasal dari kelompok desil 1 hingga 5, sementara bantuan untuk miskin ekstrem berasal dari desil satu saja.

Meski data sudah tersedia, pemerintah daerah tetap melakukan proses verifikasi dan validasi melalui pemerintah desa dan kelurahan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi sosial ekonomi penerima bantuan masih sesuai dengan data yang tercatat.

“Para penerima sudah diverifikasi kelayakannya oleh desa dan kelurahan melalui musyawarah serta dilengkapi dengan surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM), sehingga datanya sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Penyaluran perdana nanti langsung kita bayarkan untuk tiga bulan.” 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.