Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Beri Jatah Pangan ke Kelompok Tertentu

📅 Senin, 12 Des 2022, 07:21 WIB | Oleh:
DKI Beri Jatah Pangan ke Kelompok Tertentu Doc: ANTARA/Instagram/@dkpkp.jakarta.
Ket. Tangkapan layar petugas Dinas KPKP DKI memeriksa sembako yang dijual di salah satu pasar di Jakarta, Kamis (8/12/2022).

JAKARTA - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta berkomitmen mengendalikan harga dan ketersediaan stok pangan menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru). "Kami menyiapkan beberapa langkah antisipasi untuk menjaga kestabilan harga pangan," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta, Suharini Eliawati, di Jakarta, Minggu (11/12).

Langkah-langkah tersebut, antara lain menyediakan dan mendistribusikan bahan pangan untuk kelompok masyarakat tertentu. Yang dimaksud adalah penerima Kartu Jakarta Pintar Plus, Kartu Lansia Jakarta, dan Kartu Penyandang Disabilitas dengan target sebanyak 1,1 juta orang.

Dalam program ini, masyarakat cukup menyiapkan uang sebesar 126.000 untuk membeli paket beras 5 kg, daging sapi 1 kg, daging ayam 1 kg, telur 1 tray, susu 24 kotak dan ikan kembung 1 kg. Suharini juga mengadakan bazar pangan keliling di kantor wali kota/bupati administrasi, kecamatan, kelurahan, dan rumah susun (rusun).

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan bahan pangan dalam bentuk paket sehingga harga menjadi lebih ekonomis. Ini bisa didapat di gerai pangan Pasar Jaya. Ada pula pendistribusian beras medium Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga kepada pedagang seharga 8.900 ribu/kg.

"Kenaikan harga cabai tidak hanya disebabkan naiknya permintaan, tetapi juga peningkatan biaya produksi. Kondisi musim hujan meningkatkan biaya ongkos petik cabai dan pemeliharaan hama penyakit," tuturnya.

Lahan Terbatas

Menurut Suharini, tantangan DKI Jakarta adalah keterbatasan lahan produksi pangan. Untuk menghadapi itu, Pemprov DKI Jakarta mengembangkan pertanian berbasis ruang seperti rumah susun, lahan kosong, lahan pekarangan, gang perkampungan, dan sekolah, kemudian ruang gedung, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan lahan laut.

Sampai dengan 6 Desember, telah dilakukan penyaluran bibit tanaman produktif sebanyak 3.100.940, termasuk bibit cabai. Masyarakat Jakarta dapat mengajukan permohonan bibit tanaman secara pribadi maupun kelompok melalui openstreetmap.id/dkpkp atau mendatangi 14 lokasi kebun bibit dan Balai Penyuluh Pertanian.

Dikonfirmasi terpisah, Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, minta Provinsi DKI Jakarta menjaga distribusi pangan berjalan baik. Ini terutama pasokan dari luar DKI. "Ini perlu dipastikan pemerintah DKI," ujar Badiul.Menurut Badiul, pangan yang sudah didistribusikan harus dipastikanharganya terjangkau masyarakat.

"Jangan sampai barang ada, tapi harganya tinggi. Itu akan berdampak ke mana-mana. Dua poin itu penting diperhatikan Pemprov DKI agar stabilitas pangan terjaga," ujar Badiul. Untuk pengawasan, DinasKetahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta mesti melakukan koordinasi dengan baik.

"Karena dari pengalaman beberapa kemarin ketika terjadi lonjakan harga pangan koordinasinya lemah. Dinas-dinas daerah perlu koordinasi secara lebih baik," tutur Badiul. Menurut Badiul, selama ini operasi pasar menjadi pilihan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga.

"Harus betul-betul ada perhitungan yang baik agar operasi pasar tidak sia-sia. Itu salah satu alternatif Pemprov DKI," jelas Badiul. Sebelumnya, Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti, minta Provinsi DKI Jakarta menjaga stok kebutuhan pokok agar stabilitas harga dan inflasi tidak meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...

Perkemahan Pramuka berkebutuhan khusus

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Perkemahan Pramuka berkebut...
Daerah
Paus sperma terdampar di Pa...

Pemkot Tangerang Perpanjang PJJ hingga 11 September

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perpanjang...
Nasional
Menhan Sudan: Musuh Indones...
Advertisement
Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.