Polimart Didorong Angkat UMKM, Bukan Geser Lapak Warga
📅 Minggu, 11 Jan 2026, 16:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-DKIP Bulungan.
TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani mendorong penguatan peran Polimart sebagai kanal distribusi strategis untuk menjembatani produk UMKM lokal dengan pasar yang lebih luas.
Kebijakan ini menempatkan Polimart tidak sekadar sebagai gerai ritel, tetapi sebagai instrumen ekonomi daerah yang mampu menyerap produk nelayan dan pelaku usaha kecil Bulungan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan standardisasi kualitas, kemasan, dan kepastian pasar, inisiatif tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperkuat pendapatan pelaku UMKM, serta mengurangi ketergantungan ekonomi daerah pada pasokan dari luar wilayah.
"Saya berharap Polimart ini tidak mematikan kelontong-kelontong yang ada di Desa Mangkupadi. Saudara-saudara kita yang berdagang di depan rumah juga harus tetap bisa tumbuh dan mendapatkan manfaat dari kegiatan usaha,” kata Syarwani.
Hal tersebut disampaikan saat meresmikan Grand Opening Polimart di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (10/12).
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara khusus, Bupati meminta agar produk yang dipasarkan di Polimart sebisa mungkin merupakan produk yang belum dijual oleh pedagang kelontong lokal, sehingga tidak terjadi persaingan yang tidak seimbang.
Menurutnya, kompetisi langsung antara gerai modern dan usaha kecil skala desa berpotensi berdampak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.
Bupati menyampaikan apresiasi atas hadirnya Polimart di Desa Mangkupadi. Namun demikian, ia menegaskan harapannya agar keberadaan gerai tersebut tidak mematikan usaha kelontong dan pedagang tradisional yang selama ini telah tumbuh dan menjadi bagian dari perekonomian masyarakat desa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Syarwani juga menekankan pentingnya penyelesaian seluruh aspek perizinan dengan pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa masih terdapat beberapa proses perizinan yang perlu diselesaikan oleh pihak pengelola Polimart agar operasional usaha berjalan secara resmi dan sesuai ketentuan.
“Pemerintah daerah melalui DPMPTSP Kabupaten Bulungan siap memberikan dukungan penuh dalam pelayanan perizinan, dan kami pastikan tidak ada pungutan di luar ketentuan selama semua persyaratan dipenuhi,” tegasnya.
Diungkapkan, saat ini terdapat sekitar 36 gerai modern di Bulungan, dan keberadaannya diharapkan dapat bersinergi dengan pelaku usaha tradisional, bukan saling mematikan.
“Kita ingin gerai modern dan usaha tradisional bisa berdampingan, saling menguatkan, dan bersinergi demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Bupati juga berharap agar Polimart dapat menerapkan harga yang wajar dan terjangkau, mengingat lokasi gerai yang sudah berada dekat dengan masyarakat sehingga biaya transportasi dapat ditekan dan meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!