Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Banjarmasin Lanjutkan PJJ karena Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Banjarmasin Lanjutkan PJJ karena Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat Doc: ANTARA
Ket. Kadisdik Banjarmasin Ryan Utama saat berinteraksi dengan para siswa dan siswi Sahabat Sekolah di SDN Kuin Utara 4 Banjarmasin, beberapa waktu lalu,

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui dinas pendidikan kota setempat memutuskan melanjutkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa sekolah karena laporan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih kategori sangat tidak sehat.

"Per 9 September 2026 ini sesuai data kualitas udara di wilayah Banjarmasin di angka 298 yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat dan mendekati level berbahaya," ujar Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Arif R Prasetyo, di Banjarmasin, Rabu(09/9).

Menurut dia, dengan kondisi demikian, maka diputuskan kebijakan melanjutkan sekolah dari tingkat TK, SD dan SMP di bawah kewenangan pemerintah kota untuk kembali PJJ.

"Kita perpanjang hingga tiga hari ke depan lagi," paparnya.

Sebelumnya, ungkap dia, kebijakan sistem pembelajaran tatap muka dialihkan penuh ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari 7–9 September 2026, ini dilanjutkan hingga 12 September 2026.

Menurut Arif, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin yang tergabung dalam Satgas Dampak Karhutla mengambil langkah ini mengacu pada Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan pendidikan di daerah terdampak karhutla, sistem pembelajaran tatap muka dialihkan penuh ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Keputusan ini diambil setelah pantauan ISPU dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan lonjakan signifikan sejak pagi hari hingga menyentuh angka 298 di Kota Banjarmasin," ujarnya.

Kebijakan ini akan dievaluasi lagi ke depannya seiring kondisi kabut asap menyelimuti kota ini.

Pihak Dinas Pendidikan mengimbau kepada para siswa bahwa masa PJJ ini bukanlah libur sekolah. Kehadiran dan proses belajar tetap dipantau secara daring.

Para guru juga diminta untuk memberikan materi yang tidak membebani murid dengan berfokus pada literasi, numerasi, dan penguatan karakter selama kondisi cuaca belum kondusif.
​
Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah serta selalu menggunakan masker guna mengantisipasi gangguan pernapasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.