Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

CENTCOM AS Ikuti Arahan Trump Mulai Blokade Selat Hormuz Setelah Perundingan Gagal Dicapai

📅 Senin, 13 Apr 2026, 21:52 WIB | Oleh:
CENTCOM AS Ikuti Arahan Trump Mulai Blokade Selat Hormuz Setelah Perundingan Gagal Dicapai Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi Selat Hormuz.

WASHINGTON, AS - Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat telah mulai memblokade Selat Hormuz, melaksanakan arahan Presiden Donald Trump, setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal dicapai.

Pada Minggu (12/4), komando tersebut berjanji untuk memulai blokade "seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran" pada 13 April, pukul 14:00 waktu setempat.

Iran dan AS melakukan perundingan di Islamabad pada Sabtu setelah Trump mengumumkan kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan.

Pada Minggu pagi, kepala delegasi AS, Wakil Presiden JD Vance, mengumumkan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan selama negosiasi yang panjang, dan bahwa delegasi AS kembali ke tanah air mereka tanpa menghasilkan kesepakatan.

Pada hari yang sama, Trump mengumumkan bahwa AS akan mulai memblokade semua kapal yang mencoba masuk dan keluar dari jalur maritim tersebut, dan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mencari dan mencegat kapal-kapal yang membayar kepada Iran untuk dapat melewati selat tersebut.

Laporan Media Inggris

Sementara itu, Media Inggris, Minggu (12/4), melaporkan bahwa negaranya tidak akan ikut dalam blokade Selat Hormuz yang disebut-sebut akan dilakukan Amerika Serikat (AS)

Laporan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade kapal yang berusaha masuk atau keluar dari selat tersebut, setelah perundingan damai dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

"Kami terus mendukung kebebasan navigasi dan pembukaan Selat Hormuz, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung perekonomian global serta biaya hidup di dalam negeri. Kami segera bekerja sama dengan Prancis dan mitra-mitra lainnya untuk membentuk sebuah koalisi yang luas guna melindungi kebebasan navigasi," kata juru bicara (jubir) Pemerintah Inggris seperti dikutip Sky News.

Berbicara kepada Fox News, Trump mengatakan, "banyak negara akan membantu kami" terkait selat tersebut, seraya menambahkan bahwa Inggris dan negara-negara lain mengirimkan kapal pembersih ranjau.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said mendesak AS dan Iran untuk "mencari jalan keluar" dalam sebuah pembicaraan telepon pada Minggu yang sama.

Saat membahas pembicaraan AS-Iran pada akhir pekan, kedua pemimpin sepakat bahwa kelanjutan gencatan senjata sangat penting, dan semua pihak harus menghindari eskalasi lebih lanjut, menurut sebuah pernyataan resmi dari Downing Street. Ant/sumber: Xinhua/Sputnik/RIA Novosti

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.