Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banjarmasin turunkan ratusan petugas untuk data anak putus sekolah

📅 Jumat, 08 Des 2023, 23:45 WIB | Oleh:
Banjarmasin turunkan ratusan petugas untuk data anak putus sekolah Doc: ANTARA/HO-Ist
Ket. Para siswa SMP di Kota Banjarmasin saat waspada pada pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu.

Banjarmasin - Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menurunkan ratusan petugas untuk mendata anak-anak putus sekolah hingga bisa didorong untuk mengikuti sekolah paket.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Edy Junaidi di Banjarmasin, Jumat mengatakan,data sementara anak putus sekolah di kota setempat sekitar 6.000 orang dari jenjang SD hingga SMA.

"Data ini akan kembali divalidasi agar benar-benar akurat, hingga penanganannya bisa dilakukan maksimal," katanya.

Menurut dia, pihaknya terus mensosialisasikan upaya itu dengan menggandeng operator sekolah, lurah, termasuk pihak kecamatan untuk memperlancar pendataan anak putus sekolah tersebut.

"Sementara ini ada sebanyak 500 petugas yang akan langsung ke lapangan melakukan pendataan itu," ujarnya.

Termasuk mengetahui latar belakang terjadinya putus sekolah pada anak itu. Meskipun terdeteksi tinggi angkanya karena permasalahan keluarga dan ekonomi.

"Memang ada juga kasus karena siswa bermasalah dan tidak bisa dibina dengan tuntas juga menjadi faktor, hingga akhirnya anak itu tidak lagi memiliki niat untuk belajar," ucapnya.

Termasuk jugakarena anak itu sudah mengenal pekerjaan dan bekerja sudah menghasilkan uang. Upaya membujuk mereka untuk kembali bersekolah atau menempuh pendidikan lebih lanjut harus dilakukan, minimal bisa lulus SMA, yakni ikut program Paket A dan Paket B.

"Setiap anak yang mau sekolah, kami fasilitasi dengan tas dan alat tulis. Kami juga sudah menyepakati, bahwa untuk pendidikan non formal itu tidak ada seragam seperti sekolah formal. Jadi tak ada lagi pemikiran bahwa sekolah itu mahal," ujarnya .

Disdik Kota Banjarmasinmenargetkan setiap tahun angka putus sekolah semakin berkurang. "Kita juga berupaya memperbanyak Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), karena saat ini baru ada satu," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.