Rupiah Hari Ini Tertekan di Tengah Tarik-Ulur Diplomasi AS-Iran
Senin, 02 Nov 2026, 17:42 WIB | Oleh: Tim PenulisSecara tahunan, inflasi mencapai 3,23 persen, yang berarti tekanan harga di dalam negeri mulai mereda, meskipun masyarakat masih menghadapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Kendati demikian, pasar tetap akan mencermati perkembangan harga pangan, stabilitas rupiah, serta arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) karena ketiganya berpengaruh terhadap obligasi, saham, dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Selain itu, PMI Manufaktur S&P Global Indonesia naik menjadi 54,0 pada Oktober 2026, dari 52,4 pada September. Angka di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur masih berada dalam zona ekspansi, yang menjadi level tertinggi sejak Maret 2024.
“Bagi pasar, kondisi ini merupakan sentimen positif karena menunjukkan meningkatnya aktivitas dunia usaha dan potensi pertumbuhan ekonomi. Namun, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada daya beli domestik, permintaan ekspor, stabilitas rupiah, dan kemampuan perusahaan mengendalikan biaya produksi,” ujar Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp18.161 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.138 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!