Rupiah Hari Ini Lesu Darah, Investor Dag Dig Dug Tunggu Sinyal The Fed
Kamis, 29 Okt 2026, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay
JAKARTA – Kurs rupiah masih rentan berfluktuasi seiring pernyataan pejabat The Fed terkait arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Sinyal suku bunga bertahan tinggi lebih lama berpotensi memperkuat dolar AS dan mendorong investor mengalihkan dana ke aset berdenominasi dolar, sehingga menambah tekanan terhadap rupiah.
Sebaliknya, indikasi pelonggaran kebijakan moneter dapat membuka ruang bagi pemulihan mata uang domestik, meski tetap bergantung pada kondisi ekonomi global dan arus modal asing.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (29/10), bergerak melemah 47 poin atau 0,26 persen menjadi Rp18.137 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.184 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa menyatakan kurs rupiah dipengaruhi pernyataan terkait arah kebijakan The Fed dan perkembangan ekonomi AS pasca agenda Federal Open Market Committee (FOMC).
“The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,75 - 4,00 persen pada 28 Oktober waktu AS. Namun, inflasi AS yang masih tinggi dan belum adanya kepastian mengenai kebijakan suku bunga selanjutnya membuat pergerakan dolar AS tetap sensitif terhadap data ekonomi dan imbal hasil obligasi AS,” ucapnya di Jakarta.
Mengutip Anadolu, FOMC menyetujui keputusan tersebut melalui pemungutan suara dengan hasil 10 banding 2. Langkah ini diambil untuk mendukung mandat ganda bank sentral, yaitu mencapai tingkat penyerapan tenaga kerja maksimal dan menjaga stabilitas harga.
Di samping itu, Ketua The Fed Kevin Warsh memperingatkan bahwa inflasi masih terlalu tinggi setelah terus berada di atas target 2 persen yang ditetapkan bank sentral selama hampir enam tahun. Ia menegaskan kesiapan untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna memulihkan stabilitas harga.
“Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi oleh arus modal asing, kebutuhan dolar di dalam negeri, serta rilis data pertumbuhan ekonomi dan inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) AS yang dijadwalkan malam ini,” ungkap Amru.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp18.128 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.183 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!