Bongkar Ibu Siksa Balita di Kebayoran Lama, Aksi Warga Diapresiasi Polisi
Senin, 02 Nov 2026, 18:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Polda Metro Jaya
JAKARTA - Apresiasi tinggi diberikan jajaran kepolisian kepada warga Kebayoran Lama yang bergerak cepat membantu membongkar dugaan kekerasan pada balita. Kepedulian masyarakat sekitar menjadi kunci utama terungkapnya kasus penganiayaan hingga korban meninggal dunia.
Aparat kepolisian langsung menetapkan dua orang sebagai tersangka utama dalam tragedi memilukan tersebut. Sosok tersangka yakni wanita berinisial AR serta J yang merupakan ibu kandung dari korban balita malang itu.
Aksi kejam ini terbongkar berkat kejelian serta kecurigaan warga yang melintas di sekitar Stasiun Kebayoran Lama. Saksi yang berada di lokasi mendengar jeritan histeris dan tangisan balita dari dalam toilet umum.
Masyarakat yang merasa curiga langsung bertindak cepat saat tersangka AR kembali ke area toilet tersebut. Warga setempat segera mengamankan pelaku dan melaporkan kejadian memilukan ini kepada pihak Polsek Kebayoran Lama.
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Dr. Sheila Syah Alam menegaskan pentingnya peranan aktif masyarakat dalam pengungkapan perkara. Informasi berharga dari warga membuat petugas dapat bertindak sigap menyelidiki dugaan penganiayaan sadis tersebut.
Unit Reskrim Polsek Kebayoran Lama langsung berkoordinasi intensif dengan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Langkah kolaborasi dilakukan untuk mengusut tuntas keterlibatan para pihak serta mengumpulkan bukti-bukti penganiayaan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Muhammad Iskandar Syah mengonfirmasi temuan jasad korban di lokasi. Tim identifikasi yang diterjunkan memperkirakan balita malang yang menjadi korban kekerasan tersebut berusia di bawah dua tahun.
Duka cita mendalam turut disampaikan jajaran kepolisian atas berpulangnya anak balita tak berdosa tersebut. Iskandar menegaskan bahwa anak merupakan kelompok rentan yang wajib mendapatkan perlindungan maksimal dari semua pihak.
"Karena anak-anak merupakan kelompok rentan, sesuai dengan amanat Bapak Kapolda, kita harus memberikan perhatian lebih kepada kelompok-kelompok rentan, dalam hal ini anak-anak," kata Muhammad Iskandar Syah.
Hasil pemeriksaan autopsi sementara menemukan sejumlah bekas luka penganiayaan fisik pada tubuh korban. Namun, tim penyidik kepolisian belum membeberkan secara definitif terkait penyebab utama kematian balita tersebut.
Penyidikan kasus ini dijalankan secara presisi melalui pendekatan keilmuan atau scientific crime investigation. Pihak kepolisian turut melibatkan tim ahli kedokteran forensik serta ahli psikologi forensik untuk memperkuat pembuktian.
Tersangka AR dan J resmi ditahan usai penyidik mengantongi bukti kuat hasil olah tempat kejadian perkara. Penahanan kedua pelaku didasarkan pada pertimbangan syarat subjektif serta syarat objektif sesuai ketentuan hukum.
Pengusutan mendalam masih terus bergulir untuk mendalami motif utama di balik aksi kekerasan tersebut. Penyidik juga memeriksa potensi adanya tindakan penganiayaan berulang serta keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
Sorotan atas tragedi ini turut disampaikan oleh Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap keselamatan anak di lingkungannya.
"Setiap anak berhak mendapatkan rasa aman, kasih sayang, dan perlindungan. Kami mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan informasi sehingga peristiwa ini dapat segera ditangani. Jangan ragu melapor apabila mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak. Masyarakat dapat menghubungi Layanan Polisi 110," ujar Budi Hermanto.
Masyarakat yang melihat atau mencurigai tindak kekerasan pada anak diminta tak segan melapor ke aparat. Layanan panggilan darurat kepolisian 110 disiagakan penuh untuk merespons laporan warga dengan cepat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!