AS Incar Lagi Dua Target Militer Iran, Teheran Ancam Perluas Perang
Senin, 02 Nov 2026, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/Brendan SMIALOWSKI
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Washington masih memiliki satu atau dua target militer di Iran yang perlu dituntaskan, meskipun sebagian besar kekuatan militer dan fasilitas nuklir negara tersebut diklaim telah dilumpuhkan.
Pernyataan itu muncul di tengah berlangsungnya upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik sekaligus meningkatnya ancaman pembalasan dari Teheran jika AS dan Israel kembali melancarkan serangan.
Trump mengatakan negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang yang dimulai oleh AS dan Israel pada Februari lalu berjalan lancar. Namun, ia meragukan Pemerintah Iran dalam proses perundingan tersebut.
“Kita telah melumpuhkan senjata nuklir mereka. Kita masih harus mengurus, saya kira, satu atau dua lokasi, tetapi kita bisa melakukannya dalam 10 menit,” kata Trump kepada wartawan di kediamannya di Florida.
Ia juga menyinggung Pickaxe Mountain, kompleks bawah tanah yang diduga berkaitan dengan program nuklir Iran. Menurut Trump, lokasi tersebut masih perlu ditangani. Namun, pemerintah Iran membantah adanya aktivitas pengembangan nuklir di kawasan itu.
Meski mengisyaratkan kemungkinan serangan lanjutan, Trump mengaku tidak terburu-buru mengambil tindakan militer. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya menyatakan bahwa Trump belum mengambil keputusan mengenai serangan baru terhadap Iran dan masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik.
Berdampak Luas
Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memperingatkan Washington dan Tel Aviv agar tidak melancarkan serangan kembali. Ia menegaskan setiap ancaman akan dibalas dengan tindakan militer yang segera dan berdampak luas.
“Ancaman dalam tingkatan atau jenis apa pun harus ditanggapi dengan respons yang segera, berdampak, dan tidak terbatas secara geografis,” kata Khamenei kepada para komandan militer senior, sebagaimana dikutip dalam pernyataan resmi.
Ia juga memerintahkan militer Iran memperbarui daftar sasaran serangan dengan memasukkan seluruh jenis aset berwujud maupun tidak berwujud milik AS dan Israel. Pertemuan tersebut menjadi pertemuan pertama yang dilaporkan antara Khamenei dan jajaran petinggi militer sejak ia mengambil alih kepemimpinan pada Maret lalu, menyusul tewasnya ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel.
Ancaman Iran semakin mengemuka setelah Trump sebelumnya menyebut kemungkinan serangan baru dapat dilakukan seusai pemilihan paruh waktu AS. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut situasi saat ini sebagai kesempatan bersejarah untuk menggulingkan pemerintahan Iran.
Ketegangan militer tersebut turut berdampak pada pasar energi global. Sejak perang kembali pecah, Iran membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang selama ini dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia.
Garda Revolusi Iran pada Jumat menyatakan tiga kapal tanker minyak telah dihentikan setelah mengalami insiden yang tidak dijelaskan secara terperinci atau diduga menabrak ranjau. Televisi pemerintah Iran juga melaporkan sebuah kapal yang melintasi selat tersebut menabrak ranjau dan terbakar.
Teheran bahkan sebelumnya memperingatkan kemungkinan memutus kabel bawah laut di kawasan Selat Hormuz. Pembatasan pelayaran dan meningkatnya risiko keamanan telah mendorong lonjakan harga energi dunia, sekaligus menambah tekanan politik terhadap pemerintahan Trump menjelang pemilihan paruh waktu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!