Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Babak Belur, Setahun Ini Sudah Amblas 8,2 Persen

30 Jumat, 30 Okt 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Babak Belur, Setahun Ini Sudah Amblas 8,2 Persen Rupiah Babak Belur, Setahun Ini Sudah Amblas 8,2 Persen Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi-Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah sepanjang tahun ini mencerminkan kuatnya tekanan eksternal terhadap stabilitas nilai tukar domestik.

Gejolak harga minyak global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memperbesar ketidakpastian pasar, sementara spekulasi terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed mendorong investor lebih berhati-hati dalam menempatkan modal.

Kombinasi kedua sentimen tersebut meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, sekaligus menguji efektivitas bauran kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar tanpa menghambat momentum pertumbuhan ekonomi.

Hingga 30 Oktober 2026, kurs rupiah terhadap dolar AS melemah 1.376 poin atau 8,2 persen dari akhir tahun lalu di level 16.771 rupiah per dollar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan, Jumat (30/10), bergerak melemah 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp18.147 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.137 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan rupiah bergerak fluktuatif seiring fokus pasar pada arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

“Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa keputusan terkait suku bunga acuan akan tetap mempertimbangkan perkembangan data ekonomi dan kondisi pasar,” ujarnya di Jakarta.

Lebih lanjut, Destry juga mengungkapkan bahwa pihaknya dengan sejumlah instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah, tidak hanya melalui suku bunga, tetapi juga insentif biaya lindung nilai (hedging), kebijakan makroprudensial, dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Hal itu menunjukkan BI masih memiliki ruang untuk merespons tekanan terhadap rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan.

Sementara itu, dari Amerika Serikat, data yang dirilis pada Kamis (29/10) menunjukkan inflasi PCE September meningkat menjadi 3,6 persen secara tahunan, dibandingkan 3,4 persen pada bulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III-2026 juga tercatat sebesar 3,4 persen secara tahunan.

Data tersebut, kata dia lagi, menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi AS masih cukup kuat, sementara tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda.

“Kondisi ini dapat membuat pelaku pasar tetap memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat ke depan,” ujar Amru.

Ke depan, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan inflasi AS, arah kebijakan The Fed, dan respons pasar terhadap kondisi ekonomi global.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp18.138 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.128 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.