Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Tertekan di Tengah Tarik-Ulur Diplomasi AS-Iran

2 Senin, 02 Nov 2026, 17:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Tertekan di Tengah Tarik-Ulur Diplomasi AS-Iran Rupiah Hari Ini Tertekan di Tengah Tarik-Ulur Diplomasi AS-Iran Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah di tengah munculnya peluang diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mencerminkan masih tingginya kehati-hatian pelaku pasar terhadap ketidakpastian geopolitik.

Meski jalur diplomasi berpotensi meredakan ketegangan dan menekan premi risiko global, investor cenderung menunggu kepastian arah negosiasi sebelum kembali masuk ke aset berisiko, termasuk rupiah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen eksternal masih lebih dominan dalam memengaruhi pergerakan mata uang, sementara ruang penguatan rupiah belum sepenuhnya pulih di tengah kuatnya permintaan dollar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan, Senin (2/11), bergerak melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp18.156 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.147 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi menyatakan pergerakan kurs rupiah dipengaruhi potensi adanya diplomasi antara Iran dengan AS.

“Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui sambungan telepon pada hari Sabtu (31/10) bahwa ia lebih memilih untuk memberikan lebih banyak waktu bagi diplomasi sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan tindakan militer,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Pendekatan ini, menurut laporan Axios, membuat Netanyahu khawatir; sehingga ia mendesak agar serangan AS dimulai kembali segera setelah pemilihan paruh waktu (midterm elections).

Prospek diadakannya pembicaraan lebih lanjut memberikan sedikit kelegaan, lanjut Ibrahim, namun pemilihan umum tersebut tetap menjadi risiko peristiwa (event risk) yang krusial karena Trump sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa tindakan militer dapat diambil jika negosiasi gagal.

Di samping itu, para pejabat Iran dan Qatar dinyatakan telah melangsungkan diskusi selama tiga hari berturut-turut yang bertujuan untuk mengakhiri konflik.

Teheran menyatakan tetap terbuka terhadap diplomasi sembari bersiap untuk mempertahankan diri, sementara Qatar berupaya menengahi sebuah usulan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

“Jalur perairan tersebut tetap menjadi perhatian utama bagi pasar energi. Serangan terhadap kapal tanker dan pembatasan ekspor minyak Iran telah meningkatkan biaya pengiriman serta asuransi,” kata dia.

Sementara itu, retorika hawkish dua dari tiga pejabat Federal Reserve (The Fed) menyerukan pengetatan kebijakan lebih lanjut. Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, mengatakan dua kali kenaikan suku bunga lagi. Adapun Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, menginginkan kenaikan suku bunga tambahan dalam waktu dekat dan menambahkan bahwa kebijakan saat ini masih terlalu longgar.

Pekan ini, Ibrahim menyampaikan pasar akan mencermati data PMI Manufaktur dan Jasa ISM untuk bulan Oktober, serta serangkaian data ketenagakerjaan. Data pasar tenaga kerja tersebut mencakup JOLTS, perubahan jumlah tenaga kerja versi ADP, klaim awal tunjangan pengangguran mingguan, dan data Nonfarm Payrolls.

Melihat sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS. Kondisi itu disebabkan nilai ekspor tercatat sebesar 27,59 miliar dolar AS, sedangkan impor membukukan 24,23 miliar dolar AS. Hal tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak yang mengerek nilai impor Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor.

“Surplus perdagangan sebesar 3,36 miliar menjadi sentimen positif bagi fundamental ekonomi Indonesia dan berpotensi mendukung rupiah. Namun, pasar tetap perlu mencermati kualitas pertumbuhan ekspor, perkembangan impor, serta arus modal asing. Sebab, surplus perdagangan yang kuat belum tentu secara langsung membuat rupiah menguat apabila tekanan dari dolar AS dan faktor eksternal masih tinggi,” ungkapnya.

Secara bersamaan, diumumkan inflasi Indonesia sebesar 0,22 persen secara bulanan pada Oktober 2026, yang menunjukkan kenaikan harga barang dan jasa masih relatif terkendali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Joko Anwar Masuk Daftar 50 ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.