Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

IHSG Menguat di Tengah Bayang-Bayang Risiko Global

28 Rabu, 28 Okt 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Menguat di Tengah Bayang-Bayang Risiko Global IHSG Menguat di Tengah Bayang-Bayang Risiko Global Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Ilustrasi-Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham atau IHSG di Bursa Efek Indonsia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejalan dengan mayoritas bursa saham kawasan Asia mencerminkan membaiknya sentimen investor di tengah pergerakan pasar regional.

Namun, kenaikan tersebut perlu dicermati karena belum tentu mencerminkan penguatan fundamental ekonomi domestik.

Keberlanjutan tren positif masih bergantung pada stabilitas rupiah, arus modal asing, serta kemampuan pemerintah dan otoritas pasar menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/10) sore, ditutup menguat 16,18 poin atau 0,31 persen ke posisi 5.282,31 mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,45 poin atau 1,21 persen ke posisi 539,47.

“Bursa Asia didominasi penguatan mengikuti Wall Street semalam, di tengah kembali meningkatnya optimisme terhadap kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Reli tersebut terjadi setelah Anthropic (Claude AI) akan melakukan IPO pada pertengahan November (2026),” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (28/10).

Dari mancanegara, Nico mengatakan, pelaku pasar menantikan pengumuman kebijakan moneter beberapa bank sentral seperti Federal Reserve AS (The Fed), Europan Central Bank (ECB), dan Bank of Japan (BOJ), yang diproyeksikan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level yang sama sejalan dengan kondisi geopolitik yang masih belum stabil.

Dari dalam negeri, Nico menyebut penguatan IHSG turut didorong oleh keputusan FTSE Russell yang mempertahankan status Indonesia tetap di pasar berkembang (emerging market), serta pernyataan pemerintah terkait pasokan BBM, baik bersubsidi maupun nonsubsidi, yang masih mencukupi.

Meskipun begitu, Nico menyebut penguatan IHSG terbatas karena masih adanya kekhawatiran mengenai ketidakpastian terkait status Indonesia dalam indeks MSCI.

Selain itu, lanjutnya, tekanan fiskal juga meningkat seiring harga minyak yang bertahan di atas 100 dolar AS per barel.

Kemudian, Nico menyebut rencana pemerintah untuk menggratiskan pendidikan hingga tingkat universitas berpotensi menambah beban keuangan negara di tengah berbagai komitmen belanja lainnya.

Sementara di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun naik menjadi 7,66 persen atau level tertinggi sejak Oktober 2022, seiring imbal hasil US Treasury yang tetap tinggi menjelang keputusan suku bunga The Fed.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang menguat sebesar 1,72 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 0,54 persen dan 0,30 persen.

Sedangkan delapan sektor melemah yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 2,44 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 1,32 persen dan 0,81 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KOPI, KOKA, PBID, MKNT dan PTSP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni RCCC, EURO, UDNG, HBAT dan GRPM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
BEI Gelar RUPSLB 2026, Peme...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ada Apa? Menlu Singapura Rela Terbang Mendadak Demi Temui Prabowo di Hambalang

Ada Apa? Menlu Singapura Rela Terbang Mendadak Demi Temui Prabowo di Hambalang

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.