Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

IHSG Hari Ini Ikut Terseret, Bursa Asia Kompak Melemah

28 Rabu, 07 Okt 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Ikut Terseret, Bursa Asia Kompak Melemah IHSG Hari Ini Ikut Terseret, Bursa Asia Kompak Melemah Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Ilustrasi-Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham atau IHSG di Bursa Efek Indonsia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sejalan dengan mayoritas bursa saham kawasan Asia yang berada dalam tekanan.

Pelemahan tersebut mencerminkan meningkatnya sikap hati-hati investor di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketidakpastian, sehingga aksi jual kembali menekan pasar saham domestik.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/10) sore ditutup melemah 46,21 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.146,76 mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,44 poin atau 0,40 persen ke posisi 605,72.

"Bursa Asia didominasi pelemahan seiring kenaikan kembali harga minyak akibat berlanjutnya ancaman terhadap pasokan energi dari Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, Nico mengatakan investor menantikan publikasi risalah rapat terbaru The Fed serta pernyataan kebijakan dari para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut.

Dari dalam negeri, cadangan devisa sedikit menurun menjadi 146,3 miliar dolar AS pada September 2026, dari sebelumnya 146,5 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya yang merupakan level tertinggi dalam lima bulan.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan langkah stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia (BI) sebagai respons terhadap ketidakpastian yang masih tinggi di pasar keuangan global.

Meskipun mengalami penurunan, posisi cadangan devisa tetap kuat atau setara dengan 5,3 bulan impor, atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di sekitar tiga bulan impor.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor keuangan yang menguat sebesar 0,04 persen.

Sedangkan, sepuluh sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam sebesar 1,48 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor barang konsumen primer yang turun masing-masing sebesar 1,28 persen dan 1,21 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AKKU, ASMI, PGLI, MPXL dan INCI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni UANG, ROCK, INTD, AGAR dan GMTD.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,53 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 47,78 miliar lembar saham senilai Rp36,19 triliun. Sebanyak 280 saham naik 390 saham menurun, dan 293 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 0,76 persen ke 70,150,00, indeks Kospi melemah 1,98 persen ke 6.803,90, indeks Hang Seng melemah 0,62 persen ke 24.130,50, dan indeks Strait Times melemah 1,63 persen ke 5.608,44.

Sementara itu, indeks Shanghai (Tiongkok) libur dalam rangka memperingati Golden Week atau Hari Nasional Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
De Minaur Bangkit, Jaga Asa...
Nasional
Mengagetkan, Satu Prajurit ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.