Rupiah Melemah Mendekati Rp18.200/USD, Menko Airlangga Pede Tak Bakal Anjlok ke Rp19.000
Rabu, 28 Okt 2026, 19:40 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak akan melemah hingga menembus level Rp19.000 per dolar AS di tengah gejolak pasar keuangan global.
Sebab, ia menilai kondisi makroekonomi Indonesia saat ini masih relatif stabil.
"Ya, kita lihat saja, tapi kita lebih optimis (rupiah tidak tembus Rp19.000 per dolar AS). Nanti kita lihat, kita optimis dengan kondisi makroekonomi," kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/10).
Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu bergerak melemah 28 poin atau 0,15 persen menjadi Rp18.184 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.156 per dolar AS.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa pergerakan rupiah dan mata uang kawasan hari ini masih dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah, merespons kondisi nilai tukar yang hampir menyentuh level Rp18.200 per dolar AS.
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan BI pada sore ini tercatat berada pada level Rp18.183 per dolar AS.
"Kondisi ini menjaga harga minyak tetap tinggi, di atas 115 dolar AS per barel, serta meningkatkan risiko fiskal ke depan. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS juga meningkat," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea.
Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa sentimen risk-off yang memburuk mendorong penguatan dolar AS dan arus keluar dana dari pasar negara emerging markets. Kondisi ini terjadi di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Dari domestik, kekhawatiran atas potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI turut menekan aliran dana. Kebutuhan valas domestik yang meningkat menjelang akhir bulan juga menambah tekanan.
Erwin mencatat pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang kawasan.
Secara bulanan, rupiah melemah 1,15 persen. Sementara itu, cadangan devisa tetap terjaga sebesar 146,3 miliar dolar AS pada akhir September 2026.
BI juga terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya.
Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan spot. Selain itu, BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
"Bank Indonesia terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya," kata Erwin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!