Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

IHSG Hari Ini Berakhir di Zona Merah, Terseret Ketidakpastian Global dan Domestik

27 Selasa, 27 Okt 2026, 18:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Berakhir di Zona Merah, Terseret Ketidakpastian Global dan Domestik IHSG Hari Ini Berakhir di Zona Merah, Terseret Ketidakpastian Global dan Domestik Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Ilustrasi-Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah akibat kombinasi tekanan sentimen global dan domestik yang meningkatkan kehati-hatian investor.

Ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan ekonomi global mendorong kecenderungan menghindari aset berisiko, sementara persoalan dalam negeri turut membebani kepercayaan pasar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan pasar saham membutuhkan bukan hanya meredanya gejolak eksternal, tetapi juga pemulihan kepercayaan investor terhadap fundamental dan tata kelola pasar domestik.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/10) sore, ditutup melemah 106,96 poin atau 1,99 persen ke posisi 5.266,13 tertekan oleh kombinasi sentimen dari tingkat global dan domestik.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,14 poin atau 1,69 persen ke posisi 533,02.

“Kombinasi sentimen meningkatkan tekanan jual dan menurunkan risk appetite investor,” ujar Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama di Jakarta.

Elandry menjelaskan sejumlah sentimen yang membebani indeks, di antaranya ketidakpastian terkait evaluasi MSCI terutama mengenai transparansi dan investability pasar saham Indonesia.

Ia melanjutkan rupiah yang melemah hingga Rp18.167 per dolar AS telah meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.

Kemudian, harga minyak mentah Brent yang naik ke level 112 dolar AS per barel, berpotensi menambah tekanan inflasi dan beban impor energi di domestik.

Selanjutnya, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik ke level 7,52 persen, sehingga membuat investor semakin mencermati risiko dan daya tarik aset domestik.

Selain itu, Elandry menyebut foreign capital outflow (arus keluar dana asing) menekan pasar di tengah sentimen global dan ketidakpastian arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang akan diumumkan pada Rabu (27/10) pagi waktu Indonesia, yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya atau tidak berubah.

Dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI telah mengumumkan sejumlah inisiatif pada Senin (26/10), di antaranya memperpanjang kebijakan pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hingga Juni 2027.

Lalu, memperluas Komite High Shareholding Concentration (HSC) menjadi sembilan orang, dengan melibatkan pihak eksternal dan independen, di antaranya pelaku industri pasar modal, akademisi, hingga investor asing.

Kemudian, BEI segera menerbitkan pengumuman dan melakukan investigasi saat terdeteksi adanya dugaan manipulasi harga saham di pasar modal Indonesia.

Selanjutnya, BEI mengurangi penetapan Unusual Market Activity (UMA) dan melakukan suspensi saham, di sisi lain akan mengedepankan tindakan terhadap rekening efek yang terindikasi melakukan manipulasi harga saham

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Korut Tuduh Korsel Rekayasa Ranjau Darat

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Korut Tuduh Korsel Rekayasa...
Nasional
Kemenhut Catat “Hotspot�...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sejumlah Film Indonesia Ikut Festival Film Tokyo 2026, Apa Saja?

Sejumlah Film Indonesia Ikut Festival Film Tokyo 2026, Apa Saja?

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.