Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Menang Lotere Green Card Belum Tentu Aman, AS Resmi Perketat Syarat Keuangan Pemohon

28 Rabu, 28 Okt 2026, 19:20 WIB | Oleh:
Menang Lotere Green Card Belum Tentu Aman, AS Resmi Perketat Syarat Keuangan Pemohon Menang Lotere Green Card Belum Tentu Aman, AS Resmi Perketat Syarat Keuangan Pemohon Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Usulan Presiden terpilih Donald Trump untuk secara otomatis memberikan kartu hijau (green card) kepada warga negara asing yang lulus dari perguruan tinggi di AS memicu kontroversi.

WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat akan memperketat persyaratan finansial dan kelaikan mandiri bagi para pemenang lotere green card yang hendak memperoleh visa imigran menjelang dibukanya kembali pendaftaran program tersebut pada 1 November 2026. 

Awal Oktober, pengadilan federal AS memerintahkan pemerintah menyelenggarakan lotere untuk 55.000 green card. Berdasarkan putusan itu, Departemen Luar Negeri AS harus mengumumkan rincian program paling lambat 29 Oktober.

Periode pendaftaran program tersebut dijadwalkan dimulai pada 1 November. Namun, pemenang lotere tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum memperoleh visa imigran.

"Memperoleh green card saat ini sangat sulit, bahkan jika Anda memenangkan lotere. Setidaknya, seseorang harus menunjukkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, dan persyaratan untuk itu semakin ketat," kata Krukova seperti diberitakan RIA Novosti dari Washington, Rabu (28/10).

Menurut pedoman Departemen Luar Negeri AS, petugas konsuler menilai apakah warga negara asing mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri setelah pindah ke AS.

Penilaian tersebut mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk pendapatan, aset, usia, kondisi kesehatan, status perkawinan, pendidikan, dan keterampilan profesional pemohon.

Berdasarkan hukum AS, visa dapat ditolak jika otoritas menilai pemohon kemungkinan akan bergantung pada bantuan pemerintah. Meski demikian, tidak ada batas minimum tabungan yang ditetapkan bagi pemenang lotere.

Sebaliknya, setiap permohonan dinilai berdasarkan berbagai kondisi dan keadaan pemohon. Krukova juga tidak mengesampingkan kemungkinan munculnya kendala tambahan dalam proses pengurusan dokumen meskipun program tersebut diperintahkan untuk dilanjutkan.

Pemerintah AS memutuskan membekukan program lotere green card setelah penembakan di Brown University, Rhode Island, pada Desember 2025. Pelaku merupakan warga negara Portugal yang masuk ke AS melalui program tersebut.

Pemerintah menyebut kebutuhan untuk menjamin keamanan nasional dan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap prosedur seleksi sebagai alasan pembekuan program.

Kemenangan dalam lotere tidak secara otomatis menjamin izin tinggal di AS. Peserta yang terpilih mendapat kesempatan mengajukan visa imigran dalam kuota tahunan yang mencakup sekitar 55.000 visa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ada Apa? Menlu Singapura Rela Terbang Mendadak Demi Temui Prabowo di Hambalang

Ada Apa? Menlu Singapura Rela Terbang Mendadak Demi Temui Prabowo di Hambalang

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.