Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Percepat Populasi Sapi Berkualitas, Kementan Andalkan Transfer Embrio dan Genomik

8 Minggu, 20 Sep 2026, 14:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Namun, Sigit mengingatkan teknologi genomik bukan berarti pencatatan konvensional menjadi tidak penting. Justru, kualitas prediksi sangat bergantung pada tersedianya data populasi yang baik.

Data silsilah, produksi, reproduksi, kondisi lingkungan, dan informasi DNA perlu diintegrasikan agar keputusan pemuliaan semakin akurat.

“Kalau tidak ada catatan, tidak ada aturan perkawinan, tidak ada informasi yang lain, ketika melihat seekor sapi ini, yang tinggal hanya satu informasi DNA,” ujarnya.

Karena itu, pembangunan reference population dan sistem pencatatan menjadi bagian penting dalam pengembangan seleksi genomik nasional.

Sigit juga menilai percepatan seleksi memiliki nilai ekonomi. Semakin cepat potensi ternak diketahui, semakin awal pula peternak atau pelaku usaha dapat menentukan ternak yang layak dikembangkan.

“Ketika bicara bisnis adalah cost opportunity. Satu hari tidak bunting atau satu hari tidak menghasilkan susu itu sudah satu kerugian,” katanya.

Data Peternak Jadi Fondasi

Penguatan data juga menjadi perhatian Asosiasi Holstein Indonesia (AHI).

Asep Setiaji, dosen Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro yang juga menangani bidang genetic improvement AHI, menekankan perlunya memulai pencatatan ternak Holstein berdasarkan kondisi peternak saat ini, kemudian mengubahnya menjadi sistem digital yang mudah dianalisis. Posisi Asep di UNDIP dan AHI terkonfirmasi pada kanal resmi kedua institusi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal AHI Arya Wicaksana menyampaikan bahwa pengembangan seleksi genomik sapi Holstein perlu diawali dengan inventarisasi dan pemetaan ternak unggul milik anggota.

AHI sendiri menempatkan digitalisasi pencatatan produksi dan reproduksi, inventarisasi genetik, serta analisis genomik sebagai bagian dari program pengembangan sapi Holstein Indonesia.

Pemerhati peternakan Prof. Effendi Ghazali turut menekankan kehati-hatian dalam membaca data genetik dan garis keturunan sebelum menentukan ternak yang akan dikembangkan.

“Kita betul-betul harus hati-hati, betul-betul tahu,” ujar Effendi.

Menurutnya, penelusuran rekam genetik diperlukan agar keputusan pemuliaan tidak hanya mengikuti penampilan ternak, tetapi memiliki dasar informasi yang lebih kuat.

Bagi Kementan, transformasi tersebut bukan sekadar menghadirkan teknologi baru. Yang ingin dibangun adalah sistem pemuliaan berbasis data, yang menghubungkan pencatatan ternak, informasi genomik, teknologi reproduksi, riset, dan kebutuhan peternak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Olahraga
Peluang Besar bagi Bezzecch...
Advertisement
Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89   

Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89  

07 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.