Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cabai Makin Mahal, Petani Hadapi Jeda Panen di Tengah Kemarau

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 12:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cabai Makin Mahal, Petani Hadapi Jeda Panen di Tengah Kemarau Doc: ANTARA/HO-AACI Banjarnegara
Ket. Petani menyelesaikan sisa panen cabai rawit merah pada tanaman lama di Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026).

PURWOKERTO – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai terasa hingga ke lahan-lahan cabai di Banjarnegara.

Di tengah masa transisi panen, pasokan dari petani ikut menyusut, membuat cabai yang masuk ke pasar semakin terbatas dan harga pun bergerak naik.

Kondisi itu disampaikan petani sekaligus pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Teguh Suprapto, yang melihat perubahan cuaca dan jeda panen menjadi salah satu pemicu berkurangnya pasokan cabai di pasaran.

"Petani cabai di Banjarnegara sekarang memasuki masa transisi, dari tanaman yang sudah habis panen menuju tanaman yang menghadapi panen lagi. Tanaman yang baru ditanam belum banyak yang menghasilkan," katanya saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (19/9).

Ia mengatakan kemarau berkepanjangan berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah sentra cabai.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat sebagian tanaman yang seharusnya masih berproduksi mengalami kekurangan air sehingga hasil panennya kurang optimal.

“Harga cabai rawit merah di tingkat petani saat ini sekitar Rp55 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah keriting mencapai sekitar Rp42 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit hijau di tingkat petani pada Jumat (18/9) berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram,” katanya.

Ia memperkirakan pasokan cabai dari Banjarnegara mulai meningkat pada Oktober-November seiring tanaman baru memasuki masa panen.

Akan tetapi, kata dia, sebagian tanaman di wilayah Banjarnegara bagian atas diperkirakan baru mulai dipanen pada akhir Oktober.

"Umur panennya di sini memang lebih lambat. Mungkin akhir Oktober mulai panen, kemudian Oktober-November akan semakin banyak," katanya.

Ia mengatakan kondisi masa transisi panen juga kemungkinan terjadi di sejumlah daerah sentra cabai lain yang terdampak kemarau berkepanjangan.

Menurut dia, berkurangnya ketersediaan air menyebabkan sebagian tanaman lebih cepat rusak dan mengering sehingga produktivitas cabai menurun.

Dengan kondisi pasokan yang masih terbatas, kata dia, harga cabai di pasar masih berpotensi mengalami kenaikan sebelum produksi dari tanaman baru meningkat.

Teguh mengharapkan panen yang mulai berlangsung pada Oktober-November dapat meningkatkan pasokan cabai sehingga harga kembali lebih stabil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

KNTI: Cuaca Ekstrem Turunkan Hasil Tangkapan Nelayan

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
KNTI: Cuaca Ekstrem Turunka...
Nasional
KPK Periksa Mantan Direktur...
Advertisement
Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.