Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Daerah Mengintai, Peringatan Dini Jadi Kunci

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inflasi Daerah Mengintai, Peringatan Dini Jadi Kunci Doc: ANTARA/ Indah PS
Ket. Ilustrasi-Salah serorang pedagang tradisional di Pekanbaru, Riau menjual cabai merah.

JAKARTA – Inflasi daerah perlu diantisipasi sejak dini agar kenaikan harga tidak berkembang menjadi tekanan yang lebih luas terhadap daya beli masyarakat.

Perubahan harga pangan, gangguan pasokan, hingga faktor cuaca dan distribusi dapat menjadi sinyal awal yang perlu segera direspons pemerintah daerah.

Karena itu, penguatan sistem peringatan dini dan koordinasi pengendalian inflasi menjadi penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai penguatan sistem peringatan dini inflasi daerah penting agar pemerintah dapat merespons tekanan harga lebih cepat sehingga daya beli dan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Ia mengatakan mitigasi perlu disesuaikan dengan karakter risiko setiap wilayah, terutama daerah yang menghadapi kekeringan dan bencana yang berpotensi mengganggu produksi maupun distribusi pangan.

“Segera memastikan pasokan pangan terutama di daerah yang rawan bencana, rawan kekeringan. Jadi harus ada intervensi realokasi anggaran untuk mencegah terjadinya inflasi pangan dan gangguan distribusi,” kata Bhima di Jakarta, Jumat (11/9).

Menurut dia, kekeringan akibat El Nino berpotensi mengganggu basis produksi pangan, sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat mempengaruhi distribusi, terutama di luar Pulau Jawa.

Karena dampaknya dapat berbeda antardaerah, Bhima menilai respons pemerintah perlu ditopang mekanisme yang mampu mendeteksi lebih dini perubahan kondisi di tingkat lokal.

“Saya kira perlu adanya koordinasi dengan early warning system untuk inflasi di level daerah. TPID bisa dimaksimalkan lagi kerjanya,” ujarnya.

Bhima menilai penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) perlu disertai kemampuan mengarahkan intervensi secara cepat ke wilayah yang menghadapi gangguan produksi maupun distribusi.

Risiko tersebut menjadi perhatian pemerintah di tengah perkembangan karhutla. Kementerian Kehutanan mencatat secara nasional terdapat 395 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga 9 September 2026 pukul 21.04 WIB, turun dua titik dibandingkan sehari sebelumnya.

Kalimantan Selatan tercatat nihil titik panas kategori tersebut, sementara perhatian operasi terutama diarahkan ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut, Bhima mengatakan dampak inflasi tidak berhenti pada kenaikan harga karena meningkatnya pengeluaran untuk pangan dan energi dapat mengubah pola konsumsi rumah tangga.

Menurut dia, kelompok masyarakat menengah dan miskin menjadi lebih rentan karena peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan primer dapat berpotensi membuat rumah tangga mengurangi belanja barang yang tidak esensial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.