Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Potensi Ekonomi Makin Besar, Wamenpar Ungkap Capaian Devisa Pariwisata Semester I

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 13:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Potensi Ekonomi Makin Besar, Wamenpar Ungkap Capaian Devisa Pariwisata Semester I Doc: ANTARA FOTO/ Fikri Yusufrwa.
Ket. Ilustrasi - Wisatawan mancanegara (wisman) di kawasan Pantai Batu Bolong, Canggu, Badung, Bali.

MAKASSAR – Sektor pariwisata kembali menjadi salah satu tumpuan untuk memperkuat penerimaan devisa nasional di tengah persaingan memperebutkan wisatawan mancanegara.

Setiap kunjungan tidak hanya menggerakkan hotel, restoran, dan transportasi, tetapi juga membawa aliran belanja wisatawan ke berbagai sektor ekonomi.

Karena itu, peningkatan kualitas destinasi, aksesibilitas, dan lama tinggal wisatawan menjadi penting agar pertumbuhan kunjungan mampu menghasilkan devisa yang lebih besar bagi perekonomian.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan kontribusi devisa dari sektor pariwisata Indonesia mencapai 8,43 miliar dolar AS pada semester pertama 2026.

"Pada semester pertama 2026, kontribusi devisa pariwisata telah mencapai 8,43 miliar dolar AS. Ini menunjukkan sektor pariwisata terus menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus sumber devisa negara," kata Ni Luh di sela kegiatan wisuda Politeknik Pariwisata (Poltepar) Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/9).

Ia mengatakan capaian tersebut melanjutkan pertumbuhan positif sektor pariwisata Indonesia sepanjang 2025 yang mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Selain itu, Indonesia mencatat sekitar 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara serta devisa pariwisata sebesar 18,27 miliar dolar AS sepanjang 2025.

Menurut Ni Luh, pertumbuhan tersebut merupakan peluang sekaligus amanah bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk terus mengembangkan sektor tersebut secara lebih berkualitas dan berkelanjutan.

"Pengembangan pariwisata masa depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan," ujarnya.

Karena itu, Ni Luh berharap lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga tumbuh menjadi sumber daya manusia yang tangguh, adaptif, berintegritas, serta mampu berkomunikasi dan bekerja di tengah keberagaman budaya.

Ia juga mengingatkan para wisudawan agar membawa nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan dalam menjalankan profesinya, yakni sipakainge, sipakatau, dan sipakalebbi.

"Miliki keberanian untuk menembus batas, terus belajar, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Jadilah bagian dari generasi yang mampu membangun pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan," demikian Ni Luh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.