Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Soroti Ancaman Warga Sipil di Papua

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Soroti Ancaman Warga Sipil di Papua Doc: Antara
Ket. Arsip Foto - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta dalam rapat kerja DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Digital di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan kasus penembakan yang menewaskan Aris Sanda, sopir asal Toraja, Sulawesi Selatan, di jalur Wamena-Mbua, Papua Pegunungan, merupakan ancaman nyata terhadap keselamatan warga sipil.

“Apa pun tuduhan terhadap korban, tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan pembunuhan di luar proses hukum. Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama,” kata Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/9).

Dikutip dari Antara, Aris Sanda dilaporkan dihentikan dan disandera kelompok bersenjata sebelum ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang terbakar. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab dan menyebut korban sebagai agen intelijen yang menyamar sebagai sopir. Tuduhan tersebut masih merupakan klaim dan perlu dibuktikan melalui penyelidikan.

Menurut Sukamta, kasus tersebut menunjukkan masyarakat sipil masih menghadapi ancaman di wilayah konflik Papua, termasuk sopir dan pekerja yang melayani kebutuhan transportasi serta distribusi logistik. Ia meminta aparat melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap kronologi, pelaku, dan motif, sekaligus memastikan pihak yang bertanggung jawab diproses secara hukum.

“Jangan sampai warga sipil menjadi korban karena tuduhan sepihak. Negara harus memastikan bahwa siapa pun yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat sipil dapat diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Sukamta juga meminta pemerintah memperkuat deteksi dini dan perlindungan masyarakat di jalur transportasi rawan. “Jangan hanya bergerak setelah terjadi penembakan. Pengamanan harus berbasis pencegahan, dengan memperkuat intelijen teritorial, deteksi dini, dan perlindungan masyarakat di titik rawan,” kata Sukamta.

Ia menilai ancaman terhadap sopir, pengemudi angkutan, pekerja, dan masyarakat yang melintas di wilayah rawan dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar.

“Jangan sampai masyarakat takut bekerja, takut bepergian, atau takut melayani kebutuhan masyarakat lainnya. Negara harus hadir memberikan rasa aman,” ujarnya.

Sukamta juga mendorong pendekatan keamanan yang menempatkan perlindungan masyarakat dan pembangunan kesejahteraan sebagai bagian dari penyelesaian persoalan Papua.

“Keamanan dan kesejahteraan tidak bisa dipisahkan. Masyarakat Papua membutuhkan ruang hidup yang aman agar aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik dapat berjalan,” tuturnya.

Kronologi Penembakan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna mengatakan peristiwa terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 WIT di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya.

Menurut Wirya, Aris Sanda menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama hingga meninggal dunia.

“Berdasarkan informasi awal, rombongan kendaraan yang melintas dari Wamena menuju Mbua dihentikan sekelompok orang bersenjata. Dan kelompok tersebut kemudian memeriksa pengemudi dan penumpang. Setelah pemeriksaan, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena, sedangkan Aris Sanda dibawa menuju kawasan Danau Habema,” ujarnya. Ant/and

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.