Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AirAsia Disorot soal Keuangan, Tony Fernandes Tegaskan Tak Minta Bailout Malaysia

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 15:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
AirAsia Disorot soal Keuangan, Tony Fernandes Tegaskan Tak Minta Bailout Malaysia Doc: Antara
Ket. Pesawat maskapai AirAsia rute Kuala Lumpur ke Banjarmasin saat mendarat di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Jakarta - Co-founder AirAsia Tony Fernandes menegaskan tidak ada permintaan bailout dari AirAsia kepada pemerintah Malaysia di tengah sorotan terhadap kondisi keuangan maskapai berbiaya rendah tersebut.

Dalam taklimat media daring yang diikuti di Jakarta, Jumat (18/9), Fernandes mengatakan AirAsia tidak membutuhkan bantuan penyelamatan atau bailout dari pemerintah untuk menjaga keberlanjutan bisnisnya.

Ia juga menegaskan tidak ada pembicaraan dengan pemerintah Malaysia terkait bantuan tersebut.

Menurut dia, AirAsia memiliki likuiditas lebih dari 1 miliar ringgit atau sekitar Rp4,35 triliun sehingga perusahaan berada dalam posisi yang nyaman untuk memenuhi kebutuhan pendanaannya.

“Jadi kami baik-baik saja. Kami masih bisa bertahan dan semuanya baik-baik saja,” kata Fernandes.

Selain itu, AirAsia tengah mencari pembiayaan utang sekitar 1 miliar dolar AS serta menjajaki penambahan modal saham di Indonesia dan Filipina.

Fernandes mengatakan pembiayaan utang tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperoleh struktur pendanaan yang lebih baik, termasuk tingkat bunga dan persyaratan yang lebih menguntungkan, bukan untuk memperoleh modal baru.

Fernandes mengakui kenaikan biaya avtur mempengaruhi biaya operasional maskapai. Ia mengatakan kuartal II menjadi periode yang sulit karena harga rata-rata jet fuel mencapai 183 dolar AS per barel, atau meningkat 66 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Namun, menurut dia, kondisi tersebut diperkirakan membaik seiring dengan langkah AirAsia menyesuaikan tarif untuk mengantisipasi kenaikan biaya bahan bakar.

Di tengah tekanan biaya operasional tersebut, Fernandes mengatakan tidak ada pesawat AirAsia yang dihentikan operasinya (grounded) akibat gagal bayar.

Pernyataan itu disampaikan merespons laporan media mengenai langkah pemerintah Malaysia yang menghubungi Malaysia Airlines dan Batik Air untuk menyusun skenario antisipasi jika kondisi keuangan AirAsia memburuk, termasuk kemungkinan mengambil alih rute dan penumpang maskapai berbiaya rendah tersebut.

Fernandes membantah adanya pembicaraan dengan pemerintah Malaysia terkait bantuan penyelamatan atau bailout tersebut.

Saat ini, AirAsia memiliki sekitar 250 pesawat, dengan 10 pesawat lainnya diperkirakan siap beroperasi pada Oktober. Grup tersebut sebelumnya telah mengembalikan 25 pesawat yang lebih tua.

Berdasarkan data per 30 Juni 2026, liabilitas lancar AirAsia mencapai 18,4 miliar ringgit atau sekitar Rp80,2 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Warga Jakarta dan Sekitarny...

Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Nunjem

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Harga Tandan Buah Segar Kel...

Dunia Pendidikan Dibuat Susah Kabut Asap

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dunia Pendidikan Dibuat Sus...

Era Digital Makin Meninggalkan Etika Jurnalistik?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Era Digital Makin Meninggal...

Bansos agar Tepat Sasaran Perlu Penguatan Agen Perlinsos

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bansos agar Tepat Sasaran P...
Olahraga
Belum Pernah Mendapat 3 Poi...
Olahraga
Persija Jakarta Menang Teru...

Kota Global Sangat Memerlukan Riset dan Inovasi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kota Global Sangat Memerluk...
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.